Mengenal Madu Mongso Kuliner Legendaris Jawa yang Manis dan Legit

  • 16 Mar 2026 13:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang Idulfitri, madu mongso menjadi kudapan tradisional yang mencuri perhatian berkat rasa manis khas dan proses pembuatan yang unik. Camilan legendaris asal Jawa ini kini menjadi identitas kuliner yang dijaga oleh para perantau di Samarinda. Penganan berbahan dasar tape ketan hitam ini diolah hingga menyerupai dodol dengan perpaduan rasa manis dan asam hasil fermentasi alami.

Kehadiran madu mongso di meja tamu saat hari raya dianggap sebagai pelengkap wajib bagi masyarakat. Hal ini ditegaskan Mbah Sapar dalam program Pantas Jawa di RRI Samarinda dikutip Senin, 16 Maret 2026. Ia menyebut kudapan ini adalah hidangan favorit yang memiliki tempat spesial di hati warga Jawa. "Madu mongso itu salah satu jajanan khas Lebaran, makanan favorit orang Jawa," ujar Mbah Sapar menekankan pentingnya kuliner ini dalam menyambut hari kemenangan.

Rahasia kelezatannya terletak pada proses pengolahan yang membutuhkan kesabaran tinggi dan kekuatan fisik. Tape ketan hitam dimasak bersama santan dan gula merah selama empat hingga enam jam dengan pengadukan terus-menerus agar tidak gosong. Ritual dapur ini melambangkan ketelatenan serta kebersamaan antaranggota keluarga yang mengerjakannya di atas api kecil hingga bumbu meresap sempurna.

Fakta menariknya, meskipun mengandung kata madu, kuliner ini sama sekali tidak menggunakan madu lebah. Penamaan tersebut merujuk pada rasa manis yang kuat dan tekstur legit menyerupai madu asli. Selain itu, proses memasak yang lama membuat madu mongso memiliki keunggulan sebagai pengawet alami, sehingga mampu bertahan hingga hitungan bulan tanpa tambahan bahan kimia.

Secara visual, madu mongso tampil meriah dengan bungkusan kertas minyak warna-warni yang menjadi simbol kegembiraan Idulfitri. Bagi masyarakat di perantauan, menyajikan kudapan ini bukan sekadar soal rasa, melainkan cara menghargai proses sekaligus menjaga ikatan batin dengan tradisi leluhur. Nilai kesabaran dan kebersamaan di dalamnya tetap lestari meski di tengah gempuran aneka kue modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....