Lempeng Banjar, Kuliner Tradisional di Tengah Modernitas

  • 20 Jan 2026 11:16 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kuliner tradisional khas Banjar, Lempeng, kembali menjadi sorotan sebagai camilan hangat yang tak lekang oleh waktu, terutama saat cuaca dingin melanda. Kudapan berbahan dasar tepung gandum dan pisang ini dinilai bukan sekadar makanan, melainkan simbol kehangatan keluarga bagi masyarakat Kalimantan Selatan maupun komunitas Banjar di perantauan, termasuk di Samarinda.

Dalam program siaran "Pesona Antar Komunitas Banjar" Programa 4 RRI Samarinda, para narasumber dan pendengar setia berbagi pengalaman mengenai cara pembuatan lempeng yang autentik. Menurut mereka, rahasia kelezatan lempeng terletak pada penggunaan bahan alami dan teknik memasak tradisional yang masih menggunakan daun pisang sebagai pelapis saat dipanggang di atas wajan.

"Kalau orang tua dulu, memasak lempeng itu harus pakai bara api atau tungku kayu supaya aromanya harum. Hangitnya itu bukan hangit gosong, tapi hangit daun pisang yang membuat rasanya beda dibandingkan pakai kompor gas," ujar salah satu penelepon, Julak Amai, dalam siaran tersebut.

Selain teknik memasak, variasi bahan juga menjadi ciri khas masing-masing pembuatnya. Beberapa orang memilih menggunakan pisang talas atau pisang raja yang sudah lembek agar rasa manisnya lebih meresap. Ada pula yang menambahkan parutan kelapa muda setengah tua ke dalam adonan tepung untuk memberikan tekstur gurih dan "krenyes" saat disantap.

Meski dikenal sebagai makanan "bahari" atau kuno, lempeng kini mulai bertransformasi untuk menjangkau lidah generasi milenial. Di beberapa kafe di Samarinda, lempeng kini disajikan dengan berbagai topping modern seperti keju, coklat, hingga susu kental manis, menjadikannya serupa dengan "Pizza khas Banjar".

Keterikatan emosional terhadap kudapan ini juga dirasakan oleh para pendengar yang merasa lempeng adalah menu wajib saat berkumpul. "Lempeng itu paling nyaman dimakan pas masih panas-panas sebagai kawan minum teh atau kopi hangat di pagi atau sore hari," tambah Acil Mila, salah satu pemandu acara dalam program tersebut.

Melalui diskusi hangat di radio ini, masyarakat diingatkan kembali untuk terus melestarikan warisan budaya melalui kuliner. Lempeng Banjar membuktikan bahwa kesederhanaan bahan seperti gandum, pisang, dan sedikit cinta dalam pengolahannya mampu bertahan melintasi generasi dan tetap menjadi favorit di hati masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....