Mantau vs Kepiting: Dua Ikon Kuliner Khas Balikpapan

  • 29 Okt 2025 08:20 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Balikpapan tidak hanya dikenal sebagai kota minyak, tetapi juga sebagai surga kuliner yang kaya cita rasa. Di antara beragam kuliner khasnya, mantau dan kepiting menjadi dua ikon yang paling dikenal wisatawan. Keduanya memiliki ciri khas tersendiri yang membuat siapa pun yang berkunjung ke Balikpapan pasti ingin membawa pulang sebagai oleh-oleh.

Menurut Supri, Operational Manager BlueSky Mantau, dilansir dari Podcast Sudut Tanya Pro 2 RRI Samarinda, mantau sudah menjadi oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang datang ke Balikpapan. Ia menjelaskan bahwa mantau khas BlueSky memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan mantau pada umumnya. Teksturnya padat, kering, dan tidak berminyak meskipun digoreng, sehingga memberikan sensasi berbeda saat disantap. “Dari penilaian orang-orang yang datang mencoba, pasti bilang, ‘Ini beda, nih, mantaunya!’” ujar Supri.

Sementara itu, kepiting juga menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Balikpapan. Kota ini memang dikenal sebagai salah satu daerah dengan sumber produksi kepiting terbesar di Indonesia. Melimpahnya bahan baku membuat banyak pelaku usaha kuliner berinovasi menciptakan berbagai olahan kepiting yang lezat dan menggugah selera.

Supri menuturkan bahwa dari kekayaan sumber daya inilah muncul ide untuk mengolah kepiting menjadi hidangan yang tidak hanya enak, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi sebagai produk khas daerah. Olahan kepiting kini menjadi salah satu menu yang paling dicari wisatawan saat berkunjung ke Balikpapan, baik untuk dinikmati langsung maupun dijadikan buah tangan.

Sebagai bentuk inovasi, BlueSky menghadirkan produk mantau mangkok. Menu ini merupakan hasil ide kreatif yang muncul dari masukan para pelanggan. Bentuknya yang menyerupai mangkok membuatnya lebih praktis dan menarik. Selain itu, mantau mangkok bisa disimpan dalam keadaan frozen, sehingga memudahkan pembeli untuk menikmatinya kapan saja. Tak heran jika produk ini menjadi salah satu best seller BlueSky.

Dalam menghadapi tren kuliner yang terus berubah, Supri menegaskan pentingnya inovasi dan konsistensi. Menurutnya, setiap pelaku usaha kuliner harus terus berkembang agar tidak tertinggal. BlueSky sendiri selalu berusaha menyesuaikan diri dengan tren, baik dari segi rasa, bentuk, maupun kemasan produk. “Kita terus berinovasi dan konsisten untuk berkembang, agar tetap tumbuh dan tidak tertinggal,” ujarnya.

Inovasi pada mantau tidak hanya berhenti pada bentuknya saja. BlueSky juga mengembangkan variasi isi atau filling, memperhatikan kepraktisan penyajian, hingga mengeksplorasi rasa baru yang sesuai dengan selera pasar. Semua dilakukan untuk menjaga agar mantau tetap relevan dan diminati oleh berbagai kalangan, termasuk generasi muda yang gemar mencoba hal baru.

Ke depan, Supri mengungkapkan bahwa akan ada banyak hal baru yang dihadirkan dari produk mantau mangkok. Ia berharap inovasi ini tidak hanya memperkuat citra mantau sebagai kuliner khas Balikpapan, tetapi juga menjadi bukti bahwa kuliner tradisional bisa berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Dengan semangat berinovasi, mantau dan kepiting akan terus menjadi ikon kebanggaan kuliner Kota Balikpapan. (Mayang Sari / Humas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....