Kisah Inspiratif Chef Agus Menjadi Chef Dan Membuka Kedai

  • 06 Mei 2025 08:16 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda : Profesi chef bukan sekadar tentang memasak di dapur. Seorang chef adalah pemimpin di balik layar sebuah restoran atau hotel, yang bertanggung jawab atas segala hal mulai dari menyusun menu, memilih bahan makanan berkualitas, hingga menyajikan hidangan dengan tampilan yang memikat bagi para pelanggan. Di balik glamornya profesi ini, ada banyak kisah perjuangan. Salah satunya datang dari Chef Agus, seorang chef di Samarinda yang tergabung di Persatuan Chef Nusantara Indonesia, memulai kariernya dari titik nol.

"Dulu saya itu steward tugasnya cuci piring. Jadi memang harus mulai dari bawah. Kalau kita mau nyaman di dunia ini, kita harus pelajari semuanya dari dasar," ujar Chef Agus saat menjadi narasumber podcast Pro 4 RRI Samarinda.

Perjalanan panjang Chef Agus di dunia kuliner tidak terlepas dari dukungan keluarga. Sejak kecil, ia sudah terbiasa hidup mandiri. "Saya asli Sanga-Sanga. Setelah ayah saya meninggal, saya memutuskan untuk keluar dari kampung dan melanjutkan sekolah di SMK 3 Samarinda. Di sana, saya ikut LKS (Lomba Keterampilan Siswa), terpilih, dan akhirnya mendapat beasiswa."

Kariernya dimulai pada tahun 1996 di Hotel Senyiur, Samarinda. Ia menapaki jenjang karier dari cuci piring. Perlahan, dengan kerja keras dan pengalaman di berbagai kota, termasuk Banjarmasin dan bahkan kapal, Chef Agus pun dipercaya sebagai kepala chef di beberapa tempat ternama. Terakhir, ia mengelola restoran Suki Kita sebelum akhirnya membuka usaha sendiri “Kedai Mas Agus”.

"Awalnya saya kumpulkan dana sendiri, lalu memutuskan resign dari tempat kerja untuk merawat ibu saya. Setelah beliau wafat, saya mulai usaha sendiri. Alhamdulillah, jalannya ada," tuturnya.

Kedai Mas Agus kini menjadi salah satu tempat kuliner yang dikenal di Samarinda, dengan spesialisasi Chinese food dan olahan seafood. Menurut Chef Agus, kunci mengolah seafood adalah menjaga kesegarannya. "Seafood itu kalau lambat sedikit saja, apalagi kena matahari, bisa berubah warna. Jadi harus langsung diberi es batu agar tetap segar."

Chef Agus juga aktif dalam Persatuan Chef Nusantara Indonesia. Ia berkomitmen mengangkat kuliner khas daerah seperti nasi bekepor dan pisang krecek, hidangan khas Kutai Timur yang pernah dilombakan saat ulang tahun Samarinda, di mana ia menjadi juri.

Baginya, memasak bukan hanya soal resep, tapi juga soal perasaan. "Kalau hati sedang nyaman, masakan pasti enak. Tapi kalau mood lagi buruk, jangan coba-coba masak hasilnya pasti gak enak," jelasnya sambil tertawa.

Sebagai penutup, Chef Agus berbagi tips sederhana, “Kalau masakan terasa terlalu asin, jangan tambahkan garam. Netralisir dengan gula dan air.”

Di tengah tantangan ekonomi, harapan Chef Agus tetap sederhana namun bermakna “Semoga ekonomi membaik, supaya apapun yang dijual bisa terbeli oleh orang.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....