Usaha F&B Kitada Milik Rahmi Citra Sukses Meraih Cuan
- 28 Mar 2025 05:21 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: lndustri kuliner, yang dikenal dengan nama F&B (Food and Beverage), selalu menjadi pilihan bisnis yang menjanjikan. Selain kebutuhan pokok, makanan dan minuman juga memiliki pasar yang sangat besar. Salah satu usaha F&B yang kini semakin dikenal di Kota Samarinda adalah Kitada, yang dimiliki oleh Rahmi Citra.
Rahmi Citra memulai usaha Kitada pada Februari 2021, setelah membuat keputusan besar untuk meninggalkan pekerjaan sebagai konsultan IT di Jakarta. "Saya memutuskan untuk kembali ke Samarinda untuk menemani ibu yang tinggal di sini. Karena peluang kerja di bidang IT di Samarinda cukup terbatas, akhirnya saya memilih untuk terjun ke dunia usaha F&B," jelas Rahmi pada RRI.
Sejak menjalani usaha kuliner ini, Rahmi merasa senang dengan tantangan yang dihadapi. Ia terus belajar dengan mengikuti seminar, workshop, maupun secara mandiri untuk mengembangkan usaha. Namun, tentu saja tidak semua berjalan mulus. "Salah satu tantangan besar yang kami hadapi adalah fase sepi pembeli, yang bisa dipengaruhi oleh banyak faktor, baik itu faktor internal yang perlu diperbaiki atau faktor eksternal yang sulit dikendalikan," tambahnya.
Kendala lainnya yang dihadapi oleh Kitada adalah pergantian karyawan yang cukup sering, terutama karena banyaknya mahasiswa yang bekerja paruh waktu. "Karyawan kami mayoritas adalah mahasiswi, jadi mereka sering keluar masuk karena faktor KKN atau sudah lulus. Selain itu, ada juga yang keluar karena mentalitas mereka belum siap bekerja," ungkap Rahmi.
Untuk menarik pelanggan, Kitada memanfaatkan sosial media, terutama Instagram di akun @kitada.idn. Outlet mereka dapat ditemukan di Food Raya Voorvo, Jalan Keledang, Samarinda. Dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp18.000 hingga Rp40.000, Kitada menawarkan berbagai varian makanan, seperti kebab, burger, dan takoyaki.
Kebab menjadi produk andalan Kitada, dengan dua varian favorit pelanggan, yaitu kebab daging isian sayur (Shibuya) dan kebab daging dengan keju mozzarella (Hokkaido). "Daging kebab Kitada berbeda dari yang lain karena menggunakan 100% daging sapi berbumbu rempah tanpa tambahan tepung," ujar Rahmi.
Meski demikian, penjualan Kitada selama Ramadan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. "Kami tidak sendiri, tenant-tenant lain di sekitar kami juga merasakan penurunan yang sama," kata Rahmi.
Ke depan, Rahmi berharap ada kebijakan pemerintah yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, agar daya beli semakin meningkat. "Kami berharap Kitada bisa terus berkembang dan menjadi usaha kebab legendaris di Samarinda," harapnya.
Dengan semangat dan tekad yang kuat, Kitada berusaha terus bertahan dan berkembang, meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam dunia usaha kuliner yang kompetitif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....