Memahami Pijat Tradisional dan Manfaatnya Untuk Kesehatan
- 26 Jan 2024 21:11 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda; Padatnya aktivitas sehari-hari apalagi adanya tuntutan pekerjaan yang harus segera diselesaikan, sering membuat badan kita terasa lelah dan capek hingga pegal-pegal.
Umumnya jika kita mengalami kondisi demikian, pijat menjadi salah satu alternatif yang dipilih untuk memulihkannya.
Bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, pijat menjadi salah satu cara meredakan pegal linu dan rasa lelah usai menjalani aktivitas harian. Ada banyak jenis pijat yang tersedia, tetapi jenis yang paling populer di Indonesia yaitu pijat tradisional.
Dikutip dari laman lifestyle.pinhome.id, jenis pijat tradisional ini sudah dilakukan sejak ratusan tahun lamanya dan telah dilakukan bahkan sebelum adanya pelayanan kesehatan formal. Itulah sebabnya, masyarakat Indonesia tidak dapat terlepas dari pijat ini.
Pengertian Pijat Tradisional
Pijat adalah bagian dari pengobatan tradisional di Indonesia dan telah dilakukan secara turun temurun. Pengobatan ini masuk ke dalam tradisi dan budaya Indonesia, tetapi juga dipengaruhi negara asing, seperti China dan beberapa negara Eropa.
Pengaruh tersebut dibuktikan melalui relief Karmawibhangga di Candi Borobodur. Relief ini menggambarkan seorang pria memperoleh sejumlah perawatan dari beberapa wanita, seperti pijatan di kepala, tangan hingga kaki.
Jauh sebelum pengobatan formal ada, seperti obat-obatan dari dokter, teknik pijat sudah dikenal banyak orang. Itu sebabnya, pengobatan tradisional di Indonesia tidak pernah terlepas dari pijat.
Pijat tradisional di Indonesia ternyata terdiri dari berbagai macam yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan.
Berikut ini adalah beberapa jenis pijat yang cukup terkenal di kalangan masyarakat, mulai dari refleksi hingga bekam.
1. Pijat Refleksi
Pijat refleksi merupakan jenis pijat tradisional yang populer di kalangan pekerja. Pasalnya, refleksi berbeda dengan pijat biasa. Ahli pijat refleksi akan memfokuskan diri terhadap titik-titik yang ada pada tubuh, terutama pada kaki dan tangan.
Ini dikarenakan titik kaki dan tangan memberikan pengaruh langsung terhadap saraf-saraf organ. Alhasil, tekanan tersebut memberikan dampak terhadap fungsi organ, seperti melancarkan peredaran darah atau mengurangi sakit kepala.
2. Bekam
Selain refleksi, jenis pijat tradisional lainnya yang kerap dijadikan sebagai alternatif yaitu bekam. Pengobatan tradisional asal Cina dan Timur Tengah ini disebut dapat meredakan rasa sakit dan nyeri otot.
Seperti kita ketahui, bekam memanfaatkan alat yang disebut cawan yang menghisap lapisan kulit dan lemak dari otot. Bahkan, alat yang terbuat dari gelas, plastik, atau silikon ini dapat memindahkan lapisan otot satu sama lain.
3. Pijat Perut
Jenis pijat ini memiliki titik yang disebut pulung ati. Nantinya, ahli pijat akan memijat ulu hati bagian perut kiri dan kanan sebelah atas pusar. Pijat perut ini bertujuan meredakan perut kembung, diare, hingga susah kentut.
4. Urut
Pada dasarnya teknik urut tidak jauh berbeda dengan jenis pijat tradisional pada umumnya. Namun, tekanan yang dihasilkan pijat urut lebih keras dan melibatkan dorongan, serta menahan beberapa titik di tubuh kamu.
Urut pada umumnya cocok untuk mereka yang sedang mengalami rasa lelah yang luar biasa karena cukup efektif. Terlebih lagi, jenis pijat ini cukup terjangkau sehingga digemari oleh semua kalangan.
Dari beberapa jenis pijat ini ada yang menggunakan minyak pelumas juga ada yang tidak. Minyak yang sering digunakan seperti minyak pijat aroma terapi, minyak kayu putih, atau balsem hangat atau jenis lainnya. Tujuannya adalah untuk melicinkan kulit agar tukang pijat lebih mudah mengerjakan tugasnya dan tidak menyebabkan iritasi tau lecet pada kulit. Selain itu, minyak kayu putih atau balsem memberikan efek hangat sehingga tubuh pun terasa lebih rileks.
Manfaat Pijat Tradisional
Sama seperti pijat lainnya, pijat tradisional memberikan efek relaksasi terhadap tubuh yang terasa pegal dan lelah. Selain itu, ada beberapa kebaikan lainnya yang bisa kita dapatkan dari pengobatan tradisional ini, yaitu:
- Mengelola stres dan meningkatkan relaksasi.
- Meredakan rasa sakit, nyeri otot, dan ketegangan.
- Meningkatkan sirkulasi dan energi.
- Menurunkan detak jantung dan tekanan darah dan
- Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.
Di samping manfaat untuk kondisi atau penyakit tertentu, kita masih dapat menikmati pijat karena terkadang memberikan rasa nyaman.
Risiko dari Pijat Tradisional
Pada dasarnya kita memang bisa mendapatkan manfaat yang beragam dari pijat tradisional. Namun, bukan berarti pengobatan alternatif ini terlepas dari berbagai risiko. Hal ini terutama bisa terjadi pada orang yang menderita kondisi kesehatan tertentu.
Nah, untuk itu sebelum Anda memutuskan untuk dipijat, perlu diketahui riwayat penyakit tertentu sebagai pertimbangan apakah pijat perlu dilakukan atau tidak, seperti: gangguan pendarahan, infeksi, patah tulang, osteoporosis, jumlah trombosit yang rendah dan luka bakar atau menjalani penyembuhan luka.
Pijat tradisional memang kerap menjadi pengobatan alterantif bagi banyak orang. Walaupun demikian, kita tetap perlu berhati-hati ketika ingin mendapatkan pijatan dari orang lain. Ada baiknya untuk memperoleh jasa pijat dari ahlinya guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....