Fakta Kelamaan Scrolling Bisa Bikin Pusing

  • 06 Okt 2026 16:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebiasaan scrolling media sosial dalam waktu lama sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang, terutama anak muda. Tanpa disadari, terlalu lama menatap layar ponsel dapat memunculkan berbagai keluhan, mulai dari mata lelah hingga pusing.

Dokter Rumah Sakit Hermina Samarinda, dr. Difa Kartika, mengatakan keluhan akibat penggunaan layar sebenarnya bukan hal baru dalam dunia medis. Seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital, keluhan tersebut semakin sering dirasakan karena aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja hingga mencari hiburan, banyak dilakukan melalui layar.

“Benar banget. Bahkan kalau di kedokteran itu sudah ada diagnosis medisnya. Seiring dengan peningkatan teknologi, keluhan-keluhan terkait penggunaan layar juga semakin sering muncul,” ujar Difa saat menjadi narasumber dalam program Tonight Corner Health RRI Pro2 Samarinda, Selasa, 22 September 2026.

Menurutnya, keluhan akibat menatap layar dalam waktu lama dapat berupa mata lelah, mata kering, iritasi, pandangan kabur, sakit kepala, pusing, hingga nyeri pada leher dan bahu. Keluhan serupa juga dapat muncul ketika seseorang terlalu lama membaca buku, tetapi penggunaan ponsel memiliki karakteristik tersendiri.

Difa menjelaskan, mata terus bekerja untuk menyesuaikan fokus agar gambar yang dilihat tetap jelas. Pada layar ponsel, tampilan juga dapat berubah-ubah ketika pengguna melakukan scrolling, menonton video, atau berpindah dari tampilan terang ke gelap.

“Mata kita bekerja terus untuk mengakomodasi supaya gambar yang ditangkap oleh mata itu jelas. Itu capek. Bukan hanya mata, otot-otot yang ada di sekitar mata juga ikut bekerja,” ucapnya.

Selain keluhan pada mata, penggunaan layar yang terlalu lama juga dapat menimbulkan gejala di luar mata atau ekstraokuler. Di antaranya sakit kepala, pusing, nyeri tengkuk, serta nyeri pada bahu. Gejala tersebut dapat terasa semakin mengganggu ketika kebiasaan menatap layar sudah berlangsung dalam waktu lama.

Difa mengatakan, durasi penggunaan layar menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika seseorang datang dengan keluhan seperti pusing atau sakit kepala yang tidak jelas penyebabnya. Kebiasaan sehari-hari, termasuk pekerjaan yang mengharuskan seseorang berada di depan layar, dapat menjadi bagian dari penilaian kondisi tersebut.

“Kalau kita dokter itu holistik. Kita tidak cuma melihat keluhan saat dia datang, tetapi juga menanyakan kebiasaan dan aktivitas sehari-harinya,” ujar Difa.

Karena itu, penggunaan ponsel dan perangkat digital perlu diimbangi dengan kebiasaan yang lebih sehat. Ketika mata mulai lelah atau muncul keluhan seperti pusing, sakit kepala, serta nyeri leher dan bahu, pengguna sebaiknya memberi waktu bagi tubuh dan mata untuk beristirahat, terutama setelah aktivitas menatap layar dalam waktu lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....