Dokter Gigi Ingatkan Pentingnya Rutin Scaling

  • 01 Okt 2026 12:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Membersihkan karang gigi atau scaling tidak perlu menunggu sampai gigi terasa sakit. Tindakan ini diperlukan untuk membantu mengangkat kalkulus atau karang gigi yang sudah mengeras dan tidak dapat dibersihkan hanya dengan menyikat gigi.

Dokter Gigi, Natalia Deby Kristin, menjelaskan plak dan kalkulus merupakan dua kondisi yang berbeda. Plak berupa lapisan lunak atau biofilm yang masih dapat dibersihkan dengan menyikat gigi secara rutin. Sementara itu, kalkulus sudah mengeras dan menempel kuat pada permukaan gigi, terutama di sela-sela gigi.

“Kalau sudah kalkulus itu dia sudah keras. Jadi kalau disikat pakai sikat gigi, dia tidak akan bisa lepas dari permukaan gigi,” ujar Natalia kepada RRI, dikutip Kamis 1 Oktober 2026.

Karang gigi yang dibiarkan menumpuk dapat memicu peradangan pada gusi. Kondisi tersebut dapat terlihat dari perubahan warna dan bentuk gusi. Gusi yang sehat umumnya berwarna merah muda, sedangkan gusi yang mengalami peradangan dapat terlihat lebih merah dan membengkak.

“Gusi sehat itu harusnya warnanya pink. Kalau gusinya terlihat gendut-gendut, kemudian warnanya merah, itu berarti gusinya sedang tidak sehat,” katanya.

Natalia mengingatkan, gangguan pada gigi dan gusi tidak selalu disertai rasa sakit. Seseorang dapat mengalami masalah pada jaringan penyangga gigi tanpa merasakan keluhan yang berarti. Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah ketika gigi mulai terasa goyang.

Plak dan karang gigi yang menumpuk dalam waktu lama dapat memperparah peradangan dan berdampak pada jaringan penyangga gigi. Risiko tersebut juga dapat dipengaruhi faktor lain, termasuk kebiasaan merokok dan penyakit sistemik tertentu seperti diabetes.

“Enggak selalu kalau enggak pernah scaling itu bikin giginya tiba-tiba goyang atau copot. Cuma bisa ada kemungkinan seperti itu. Makanya kita harus lebih aware dengan kesehatan gigi dan gusi,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat dianjurkan tidak menunggu munculnya rasa sakit untuk memeriksakan kondisi gigi dan gusi. Pemeriksaan secara berkala dapat membantu mengetahui kondisi kesehatan mulut sekaligus menentukan apakah seseorang membutuhkan tindakan seperti scaling.

Natalia menyarankan pemeriksaan gigi dilakukan secara rutin, setidaknya setiap enam bulan. Pemeriksaan tersebut tidak hanya untuk mengetahui adanya karang gigi, tetapi juga membantu mendeteksi lebih awal gigi berlubang, peradangan gusi, dan berbagai masalah kesehatan gigi lainnya.

Menjaga kebersihan gigi sehari-hari tetap menjadi langkah penting. Menyikat gigi secara teratur dapat membantu mengendalikan plak, sedangkan pemeriksaan ke dokter gigi diperlukan untuk memastikan kondisi gigi dan gusi tetap terpantau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....