Dokter: Kabut Asap Dapat Perburuk Kondisi Penderita Asma

  • 14 Sep 2026 15:18 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Paparan kabut asap dapat memperburuk kondisi penderita asma, meski kualitas udara di suatu wilayah belum dinyatakan berada di zona merah. Dokter Spesialis Paru RS Hermina Samarinda, dr. Parluhutan Doli, mengatakan terjadi peningkatan kunjungan pasien ke poliklinik paru dalam dua pekan terakhir hingga awal September 2026, terutama pasien dengan riwayat asma.

Dalam obrolan Tonight Corner Health Pro 2 RRI Samarinda, dr. Parluhutan mengatakan dampak paparan asap terhadap penderita asma tetap dapat dirasakan meskipun secara kasatmata kondisi udara belum menunjukkan asap yang pekat.

Menurutnya, pasien dengan riwayat asma dapat mengalami keluhan yang semakin berat ketika terpapar polusi asap, termasuk asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

“Terutama pasien-pasien asma mungkin karena itu ya faktor apa, asap daripada kebakaran hutan mungkin memang enggak terasa sih kalau di zona kuning atau itu dia kelihatannya secara kasatmata enggak kelihatan tuh asapnya ya. Tapi kalau kita rasakan memang dampaknya pada pasien-pasien asma itu cukup signifikan,” ujarnya, dikutip Senin, 14 September 2026.

Ia mengatakan penderita asma dapat mengalami peningkatan sesak meskipun sebelumnya telah menjalani pengobatan. Keluhan tersebut juga dapat disertai batuk yang semakin sering, termasuk pada malam hari.

“Dia tetap dia ada apa ya, tambah sesak kok akhir-akhir ini kok tambah sesak ya, sudah pakai obat dokter paru selama ini kok makin-makin sesak gitu ya, kok sudah jaga makanan tapi kok kayaknya batuk gitu, terutama malam hari itu biasanya itu,” ujarnya.

dr. Parluhutan menegaskan penderita asma termasuk kelompok yang perlu meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi paparan asap. Kondisi tersebut dapat menjadi lebih berat karena penderita asma telah memiliki gangguan pada saluran pernapasan sebelumnya.

“Sedangkan belum ada asap aja dia mungkin sudah berat ya napasnya. Apalagi ditambah dengan ada polusi asap seperti ini gitu,” katanya.

Selain penderita asma, ia menyebut kelompok rentan lainnya meliputi lansia, balita, ibu hamil, serta masyarakat dengan faktor risiko tertentu, termasuk perokok berat dan pengguna vape berat. Kelompok tersebut dinilai dapat mengalami dampak lebih besar ketika terpapar asap dalam waktu lama.

dr. Parluhutan mengimbau masyarakat, khususnya penderita asma, untuk mengurangi paparan asap dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan. Ia juga menyarankan penderita asma membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih terpapar asap serta tetap menjaga kondisi tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....