Siaga Surveilans Kawal Udara Berau

  • 11 Sep 2026 06:16 WIB
  •  Samarinda

Di balik pekatnya kabut asap yang mengepung Kabupaten Berau akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ada deretan mata yang tak pernah lelah memelototi layar monitor dan lembar data.

Mereka adalah para petugas surveilans di Dinas Kesehatan dan puskesmas, garda terdepan yang bekerja senyap demi membentengi warga dari ancaman gelombang penyakit di tengah musim kemarau panjang.

Saat cuaca panas ekstrem membakar wilayah ini, ancaman tak hanya datang dari titik-titik api di lapangan, tetapi juga dari udara yang dihirup ribuan warga setiap detik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau, Lamlay Sarie, menyebutkan bahwa sejak Juli lalu, polusi asap sudah kasat mata mengepung kawasan perkotaan.Kondisi yang kian mengkhawatirkan ini memaksa pemerintah bergerak cepat.

Melalui koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pendidikan, BPBD, serta Dinas Pemadam Kebakaran, situasi yang dinilai sudah tidak kondusif itu melahirkan kebijakan tanggap darurat, yakni pemberlakuan Belajar dari Rumah (BDR) bagi para siswa guna menekan risiko paparan langsung.

Namun, pekerjaan rumah tak berhenti pada peliburan sekolah. Di sinilah peran vital para petugas surveilans diuji. Setiap hari, mereka memantau ketat pergerakan tren kesehatan masyarakat menggunakan aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR).

Aplikasi ini menjadi radar penting untuk mendeteksi secara dini potensi lonjakan maupun penurunan kasus penyakit, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang kerap melonjak drastis saat karhutla melanda.

Tak hanya menunggu laporan pasien di fasilitas kesehatan, jemari dan langkah para petugas kesehatan lingkungan juga bergerak aktif menjemput data.

Mereka membawa perangkat khusus untuk memantau kualitas udara di dalam ruangan, memastikan bahwa ruang-ruang tertutup tempat warga berlindung benar-benar aman. (Diskominfoberau/ IKP/ Tim).

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....