Tiga Fondasi Utama untuk Bantu Kecerdasan Anak
- 07 Sep 2026 06:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Praktisi Parenting dan Founder Sahabat Misykat Indonesia, Machnun Uzni, menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk kecerdasan anak secara utuh. Menurutnya, keluarga yang kuat perlu menjalankan tiga fungsi utama, yakni pengasuhan, perawatan, dan pengawasan.
Hal tersebut disampaikannya dalam siaran Indonesia Cerdas pada Rabu 12 Agustus 2026. Ia menjelaskan pengasuhan berkaitan erat dengan keteladanan orang tua. Anak tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga contoh nyata dari perilaku orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, perawatan berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak, mulai dari kecukupan finansial, makanan dan nutrisi, hingga tempat tinggal yang aman dan layak. Karena itu, orang tua juga dituntut memiliki kecerdasan dalam mengelola kebutuhan keluarga, termasuk kecerdasan finansial dan pendidikan.
"Kemudian fungsi dari peran orang tua yang ketiga adalah pengawasan. Pengawasan ini maknanya adalah bagaimana orang tua kemudian mengarahkan anak-anaknya," kata Machnun.
Orang tua menjadi pihak yang seharusnya paling awal mengenali potensi anak. Peran tersebut kemudian diperkuat oleh sekolah dan para pendidik yang memiliki sistem serta pendekatan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
Ia menilai, kecerdasan anak tidak dapat diseragamkan. Dalam dunia pendidikan, kecerdasan dapat dilihat melalui aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Aspek kognitif berkaitan dengan kemampuan berpikir dan pengetahuan, sedangkan afektif berkaitan dengan sikap dan kondisi emosional. Adapun psikomotorik berhubungan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan melalui aktivitas dan pengalaman anak.
mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan prestasi akademik sebagai satu-satunya ukuran kecerdasan.
Setiap anak memiliki kemampuan dan kecepatan belajar yang berbeda. Ada anak yang unggul dalam pembelajaran di kelas, sementara anak lainnya justru memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang olahraga, seni, keterampilan, atau aktivitas di luar ruang. Perbedaan tersebut, menurutnya, harus dipahami sebagai potensi yang perlu dikembangkan, bukan sebagai kekurangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....