Mitos dan Fakta Seputar Kemoterapi
- 29 Agt 2026 19:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Berbagai anggapan keliru dan mitos seputar pengobatan kemoterapi masih marak beredar di tengah masyarakat hingga kerap memicu kepanikan bagi pasien kanker.
Salah satu mitos yang paling sering dipercayai masyarakat adalah bahwa kemoterapi selalu menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan menyiksa penderitanya. Padahal secara fakta medis, pemberian obat kemoterapi itu sendiri umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, melainkan hanya menimbulkan reaksi efek samping yang dapat dikontrol dengan obat pendukung.
Mitos lain yang tak kalah populer adalah anggapan bahwa efek samping seperti kerontokan rambut akibat kemoterapi bersifat permanen dan tidak bisa tumbuh kembali. Padahal, kerontokan tersebut hanyalah dampak sementara, dan folikel rambut akan tumbuh normal kembali setelah seluruh siklus kemoterapi selesai dilakukan.
Dokter Rudy, dokter spesialis onkologi RS Dirgahayu Samarinda menegaskan pentingnya masyarakat menyaring informasi agar tidak terpengaruh oleh isu-isu menakutkan yang tidak memiliki dasar ilmiah.
"Banyak pasien yang justru enggan berobat karena menelan mitos bulat-bulat, seperti anggapan bahwa kemoterapi pasti merusak tubuh secara total. Faktanya, efektivitas kemoterapi justru dirancang untuk membunuh sel kanker sekaligus menyelamatkan nyawa pasien, dan reaksi tubuhnya sudah bisa kita antisipasi dengan obat-obatan pereda efek samping," ujar dr. Rudy pada Kamis, 27 Agustus 2026 dalam dialog Dokter Etam Pro 4 RRI Samarinda.
Fakta medis juga membantah anggapan bahwa pasien yang menjalani kemoterapi harus diisolasi total dari lingkungan sosialnya karena dianggap menularkan radiasi atau zat beracun. Obat kemoterapi bekerja di dalam tubuh pasien dan tidak memancar atau menular kepada orang-orang terdekat di sekitarnya.
Selain itu, anggapan bahwa kemoterapi tidak lagi berguna jika kanker sudah memasuki stadium lanjut juga diluruskan oleh pakar. Pada stadium lanjut, kemoterapi tetap memiliki peran vital sebagai terapi paliatif untuk mengecilkan massa tumor, meredakan rasa sakit, serta meningkatkan kualitas hidup penderita.
Melalui program Dokter Etam di kanal Pro 4 RRI Samarinda, diharapkan literasi masyarakat mengenai kemoterapi semakin membaik. Pemahaman terhadap fakta medis yang benar menjadi kunci agar penderita kanker tidak ragu menjalani terapi hingga tuntas demi meraih kesembuhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....