Hadapi Karhutla dan Kemarau, Dinkes Paser Siap Siaga Berikan Pelayanan Kesehatan
- 27 Agt 2026 13:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Paser - Dari awal bulan Agustus 2026 hingga menjelang penghujung akhir bulan, Kabupaten Paser masih mengalami iklim kemarau esktrem yakni fenomena el nino. Peristiwa ini pun membuat ratusan hektar hutan dan lahan menjadi terbakar.
Terjadinya Karhutla turut mengakibatkan sejumlah aktivitas terganggu karena asap yang berdampak terhadap kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, Amri Yulihardi menerangkan, asap dari karhutla ini membuat kualitas udara menjadi menurun, sehingga menjadi faktor risiko utama terhadap saluran pernafasan seperti ISPA, pneumonia, juga berdampak terhadap diare juga penyakit kulit.
Dalam menghadapi kemarau ekstrem ini, pihaknya sudah memberikan arahan kepada seluruh tempat pelayanan kesehatan yang ada di Paser untuk lebih bersiaga.
"Kami telah menginstruksikan kepada seluruh fasilitas kesehatan yang ada baik Puskesmas maupun rumah sakit untuk melakukan kewaspadaan dan mempersiapkan diri terkait dengan kekhawatiran lonjakan dari pasien akibat daripada kasus ISPA yang berdampak dari tebalnya asap akibat karhutla ini," ujar Amri.
Dinkes Paser juga sudah melakukan pendataan terhadap ketersediaan obat dan BHP untuk kegiatan rutinitas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang dikatakan saat ini dalam posisi cukup, termasuk dengan keperluan masker.
"Keperluan masker ini lebih kepada upaya pelayanan kami di fasilitas kesehatan yang ada dan juga tenaga medis yang melakukan perawatan ataupun pelayanan kesehatan. Tetapi mungkin dalam ruang lingkup kita adalah kalau untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat itu tidak masuk dalam perhitungan kami," katanya menjelaskan.
Dirinya berharap lonjakan dari pasien ataupun kasus penyakit ISPA ini masih tetap bisa ditekan ataupun dikendalikan, sehingga ketersediaan obat maupun BHP ke depan tetap dalam posisi cukup untuk saat ini.
Kemudian, Amri juga menyampaikan bahwa Dinkes Paser juga sudah melakukan beberapa hal, diantaranya seperti imbauan dan sosialisasi secara online.
"Kami juga melakukan imbauan, sosialisasi melalui media sosial dan juga harapannya kepada Camat kiranya juga dapat membantu menyosialisasikan terkait imbauan. Pertama adalah terutama untuk masyarakat rentan seperti ibu hamil, lansia dan juga anak kecil," ujar Amri.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu mengonsumsi makanan sehat. Jika mengalami gangguan kesehatan, khususnya terhadap pernapasan, diharapkan segera melakukan pemeriksaan dan berobat.
"Lebih banyak mengonsumsi air minum dan juga tentunya ya kami berharap bahwa supaya menghimbau kepada warga masyarakatnya apabila mengalami sesak napas ataupun gejala pernapasan lainnya untuk segera berobat ataupun segera ke fasilitas kesehatan yang terdekat," katanya menambahkan.
Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, Kepala Dinkes Paser itu berharap adanya pemantauan terhadap kondisi kualitas udara sebagai langkah antisipasi jika kondisi asap semakin pekat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....