Takut Dikritik Bisa Bikin Seseorang Enggan Mencoba dan Terjebak Fixed Mindset
- 20 Agt 2026 11:31 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Kritik yang berlebihan dan pengalaman gagal dapat membuat seseorang takut kembali mencoba. Psikolog mengatakan, rasa takut gagal, takut dikritik, hingga kurang percaya diri dapat membuat seseorang menolak tugas bahkan sebelum mencoba mengerjakannya.
Ketua IPK HIMPSI Kalimantan Timur, Ayunda Ramadhani, saat menjadi narasumber dalam obrolan Tonight Corner Health Pro 2 RRI Samarinda mengatakan, seseorang yang menghindari tugas dapat memiliki kekhawatiran bahwa dirinya tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
“Nah, menghindar ini bisa jadi alasannya juga karena dia takut gagal, Kak. Terus kemudian mungkin kurang PD atau takut dinilai negatif. Jadi sudah ada kekhawatiran duluan bahwa dia enggak akan bisa mengerjakan itu,” ujarnya, dikutip Kamis 20 Agustus 2026.
Menurut Ayunda, kekhawatiran tersebut akhirnya dapat membuat seseorang menolak tugas meskipun belum mencobanya. Kondisi tersebut perlu dibedakan dengan ketidakmampuan yang memang berkaitan dengan kompetensi.
“Nah, itulah yang akhirnya membuat dia akhirnya menolak untuk mengerjakan. Makanya kelihatannya belum dicoba aja dia sudah nolak duluan. Jadi perlu dibedakan ketika orang itu menolak. Apakah dia memang tidak kompeten atau dia berusaha menghindari tanggung jawab karena takut dikritik atau kurang PD,” katanya.
Dosen Psikologi Universitas Mulawarman (UNMUL) tersebut menjelaskan, seseorang yang pernah mengalami kegagalan atau mendapatkan kritik secara berlebihan juga dapat mengalami perubahan pola perilaku.
“Adakah peristiwa di baliknya? Apakah dia dikecewakan gitu ya? Atau apakah dia memang dikritik berlebihan saat gagal melakukan tugasnya sehingga dia enggak berani lagi. Nah, itu berarti kan bukan malas,” ucapnya.
Menurut Ayunda, pengalaman negatif tersebut dapat membuat seseorang membentuk keyakinan bahwa kegagalan merupakan bukti dirinya tidak mampu. Akibatnya, ia memilih menghindari tantangan agar tidak kembali mengalami kegagalan maupun kritik.
Jika pola tersebut terus berlanjut hingga mengganggu pekerjaan, Ayunda menyarankan seseorang mencari bantuan untuk mengubah pola pikir dan perilakunya.
“Kalau kemudian dari pola perilakunya tadi itu ya, kemudian itu mengakibatkan masalah di pekerjaan dan itu membuat dia akhirnya terjebak dalam situasi enggak nyaman, dia terancam kehilangan pekerjaan, ya. Ada baiknya kan mencari bantuan untuk mengubah pola tersebut,” katanya.
Ia menjelaskan, kegagalan yang terus dianggap sebagai bukti ketidakmampuan dapat membuat seseorang terjebak dalam fixed mindset. Dalam kondisi tersebut, seseorang cenderung menganggap kemampuan dirinya tidak dapat berkembang.
“Bisa jadi dia sudah fixed mindset bahwa sekali gagal aku akan terus gagal. Jadi yang perlu diperbaiki adalah pola pikirnya. Kita perlu membangun growth mindset,” ujarnya.
Menurut Ayunda, membangun growth mindset berarti melihat kegagalan bukan sebagai penentu kemampuan seseorang untuk selamanya, melainkan sebagai bagian dari proses belajar dan berkembang.
Selain perubahan pola pikir, dukungan dari lingkungan juga diperlukan ketika seseorang mengalami kegagalan dan kehilangan kepercayaan diri.
“Memang kalau udah orang sekali gagal kecewa, tidak ada support system juga di sampingnya ya, dia akan merasa terpuruk. Maka penting juga ada support system di sekitar kita,” katanya.
Ia menekankan, satu kegagalan tidak seharusnya membuat seseorang mengubur potensi yang dimilikinya. Ketakutan untuk kembali mencoba justru dapat membuat kemampuan dan kreativitas seseorang tidak berkembang.
“Padahal sebenarnya kan dia punya potensi. Tapi karena ada satu kegagalan tadi dia akhirnya menganggap bahwa aku enggak bisa terus. Nah, ini kan masalah. Daya kreativitasnya enggak keluar,” ujarnya.
Ayunda mengingatkan, ketika seseorang merasa kesulitan mengatasi persoalan yang dihadapi secara mandiri, mencari bantuan profesional dapat menjadi salah satu pilihan. Dukungan psikolog dapat membantu seseorang memahami pola pikir dan perilakunya sekaligus mencari cara yang lebih sehat untuk menghadapi ketakutan terhadap kegagalan dan kritik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....