Dinkes Kaltim Dorong Integrasi Layanan Terpadu Penanganan TBC dan HIV

  • 13 Agt 2026 13:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mendorong penguatan layanan terpadu dalam penanganan Tuberkulosis (TBC) dan HIV. Integrasi tersebut dinilai penting karena pasien TBC perlu mendapatkan pemeriksaan status HIV sekaligus penanganan lanjutan apabila ditemukan memiliki HIV.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menyebut kolaborasi penanganan TBC dan HIV perlu terus ditingkatkan. Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 69 persen pasien TBC telah mengetahui status HIV mereka, tetapi belum seluruh pasien yang teridentifikasi mendapatkan terapi antiretroviral (ART).

"Sebanyak 69 persen pasien TB telah mengetahui status HIV-nya, namun baru 56 persen pasien TB-HIV yang mendapatkan terapi ART," ujar Seno Aji.

Seno menilai layanan kesehatan harus dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan agar pasien tidak berhenti pada tahap pemeriksaan atau diagnosis. Penanganan perlu dilanjutkan hingga pasien mendapatkan terapi dan pendampingan sesuai kebutuhannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menjelaskan, pemerintah daerah telah membentuk layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan melalui klinik PDP. Layanan tersebut mencakup skrining, konseling, serta pemberian terapi bagi orang dengan HIV.

"Seluruh 188 puskesmas di Kalimantan Timur telah masuk dalam jejaring layanan PDP. Selain puskesmas, sejumlah klinik swasta juga telah mendapatkan pelatihan dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan layanan kepada masyarakat," ujar Jaya pada Rabu 12 Agustus 2026.

Penguatan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pemeriksaan dan pengobatan HIV sekaligus memperkuat penanggulangan TBC. Jaya menegaskan, layanan yang terintegrasi diperlukan agar pasien dapat memperoleh penanganan secara berkelanjutan dan tidak terputus di tengah proses pengobatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....