Target 90 Persen, Penemuan Kasus TBC Kaltim Baru 56 Persen
- 13 Agt 2026 13:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mengungkapkan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di daerah itu masih menjadi salah satu kendala utama dalam upaya eliminasi penyakit menular tersebut. Cakupan penemuan kasus saat ini baru berada di kisaran 54 hingga 56 persen, sedangkan target yang ditetapkan mencapai 90 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Jaya Mualimin mengatakan, Kalimantan Timur termasuk salah satu dari 18 provinsi yang menjadi prioritas percepatan penanggulangan TBC. Dari 18 provinsi tersebut, Kaltim berada pada urutan ke-16 berdasarkan tingginya beban dan rendahnya cakupan penemuan kasus.
"Penemuan kasus kita sangat rendah. Dari sekitar 21 ribu yang menjadi target estimasi yang harus bisa dilakukan pemeriksaan, kita masih 56 persen, sementara targetnya 90 persen," kata Jaya Mualimin pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Jaya, persoalan tidak hanya terjadi pada tahap penemuan kasus TBC. Pasien yang telah didiagnosis TBC juga belum seluruhnya segera memulai pengobatan sesuai target yang ditetapkan dalam program penanggulangan TBC.
Kadinkes Kaltim menjelaskan, inisiasi pengobatan bagi pasien yang telah didiagnosis saat ini berada di sekitar 85 persen. Angka tersebut masih di bawah target yang diharapkan mencapai 95 persen.
Selain pengobatan pasien, pemberian terapi pencegahan kepada masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita TBC juga masih perlu diperkuat. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong percepatan penanggulangan TBC melalui penguatan layanan kesehatan dan keterlibatan masyarakat.
Jaya menilai keberadaan Desa Siaga TBC dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan penemuan kasus di tingkat masyarakat. "Melalui desa dan kelurahan, proses edukasi, skrining, penelusuran kontak, serta pendampingan pasien diharapkan dapat berjalan lebih aktif sehingga kasus TBC dapat ditemukan dan ditangani lebih cepat," ujar Jaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....