Heat Stroke Bukan Sekadar Kepanasan, Suhu Tubuh 40 Derajat Bisa Rusak Organ
- 07 Agt 2026 13:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Heat stroke bukan sekadar kondisi tubuh kepanasan akibat cuaca ekstrem. Kondisi ini dapat terjadi ketika suhu tubuh mencapai 40 derajat Celsius dan mulai menyebabkan gangguan fungsi organ, terutama otak, ginjal, hingga jantung.
Dokter Anestesi Rumah Sakit Hermina Samarinda, dr. Guruh Perkasa dalam obrolan Tonight Corner Health Pro 2 RRI Samarinda menjelaskan, heat stroke merupakan serangan panas yang berbeda dengan kondisi kepanasan biasa. Menurutnya, heat stroke terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga minimal 40 derajat Celsius dan disertai gangguan fungsi organ.
“Heat stroke ini adalah serangan panas. Jadi dia ini bukan sekadar serangan panas biasa. Biasanya terjadi peningkatan suhu tubuh dengan cut off point-nya itu minimal 40 derajat Celsius. Jadi biasanya terjadi heat stroke dengan suhu segitu dan dia harus disertai dengan gangguan dari disfungsi organ,” ujarnya dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, salah satu gangguan organ yang dapat terlihat adalah gangguan pada sistem saraf pusat. Kondisi tersebut dapat ditandai dengan gangguan orientasi, perubahan kesadaran, pingsan, kejang, hingga koma.
“Untuk disfungsi organ yang mungkin bisa kita lihat dengan kasat mata itu adalah gangguan sistem saraf pusat. Jadi seperti ada gangguan disorientasi, baik itu dari bicara, orientasi tempat dan waktu ataupun terjadi perubahan kesadaran,” katanya.
Selain otak, dr. Guruh menyebut heat stroke juga dapat berdampak pada organ lain seperti ginjal. Menurutnya, ketika tubuh mengalami kondisi panas berlebih, aliran darah akan lebih diprioritaskan menuju otak sehingga organ lain seperti ginjal dapat mengalami gangguan hingga berisiko menyebabkan gagal ginjal.
“Sebenarnya dia itu bisa mengakibatkan gangguan organ yang lain seperti ginjal. Sistem tubuh kita itu di-setting kebetulan sama pencipta kita bahwa mereka harus memprioritaskan otak. Pada saat aliran sudah mulai berkurang, yang harusnya jatah untuk ginjal diberikan ke otak supaya otak tetap tersuplai. Nah, jadinya ginjal akan terkorbankan sehingga akan terjadi gagal ginjal akut,” ucapnya.
dr. Guruh menambahkan, heat stroke dapat terjadi karena dua faktor, yaitu paparan panas dari lingkungan dan peningkatan produksi panas dari dalam tubuh akibat aktivitas fisik berat. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan tanda-tanda tubuh ketika mulai mengalami kelelahan akibat panas.
“Heat stroke itu terbagi dua. Yang biasa kita bilang heat stroke klasik itu biasanya akibat paparan dari luar seperti lingkungan, cuaca yang terlalu panas. Kemudian yang kedua itu akibat exercise, jadi produksi panas di dalam tubuh kita meningkat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....