Skrining HIV Diperkuat, Dinkes Samarinda Dorong Pengobatan Lebih Cepat

  • 04 Agt 2026 10:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Kesehatan Kota Samarinda terus memperkuat skrining Human Immunodeficiency Virus (HIV) sebagai upaya menemukan kasus lebih dini sehingga pengobatan dapat segera diberikan. Hal ini menyusul tingginya temuan HIV oleh Dinas Kesehatan Kota Samarinda belakangan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, menjelaskan peningkatan jumlah temuan kasus HIV yang terjadi di Samarinda saat ini sebetulnya juga dialami oleh sejumlah daerah lain.

Namun, dibandingkan melihat jumlah kasusnya, Ismed justru menyoroti aspek penularannya. Ia menuturkan, tingginya kasus HIV bukan berarti penularannya juga semakin masif. Justru, ini mencerminkan skrining yang terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

"Fenomena HIV ini seperti gunung es. Kalau kita tidak melakukan skrining, kasusnya tidak akan terlihat. Semakin kita memperkuat skrining, semakin banyak penderita yang ditemukan dan semakin cepat bisa diobati," ujarnya usai kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan skrining tuberkulosis di Rutan Kelas I Samarinda, Senin, 3 Agustus 2026.

Ismed menyebutkan, hingga akhir 2025 terdapat sekitar 4.000 orang yang terdeteksi HIV di Kota Samarinda. Namun, baru sekitar 2.000 orang yang telah menjalani pengobatan.

Kondisi itu, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk terus meningkatkan penemuan kasus dan memastikan penderita mendapatkan layanan kesehatan.

"Nah yang kita obati baru sekitar 2.000 ribu orang. Ini menjadi tugas kita. Artinya kita ketemu aja mereka susah, bagaimana mau diobatin," kata Ismed.

Karenanya, ia menegaskan, masyarakat tidak perlu takut atau malu melakukan skrining HIV. Sebab, semakin cepat penyakit ditemukan, semakin besar peluang pengobatan dilakukan lebih awal.

Selain memperkuat skrining, Ismed juga mengajak masyarakat menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV. Menurutnya, dukungan dari lingkungan sangat penting agar mereka tidak ragu memeriksakan diri dan menjalani pengobatan.

"Jangan jauhi orangnya, tapi jauhi penyakitnya. Ketika mereka bersedia menjalani skrining, itu sudah menjadi langkah yang sangat baik karena pengobatan bisa segera dimulai," ujar Ismed, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....