Pentingnya Manajemen Nutrisi Ibu Demi Menjaga Kualitas ASI Eksklusif
- 30 Jun 2026 09:26 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kualitas Air Susu Ibu (ASI) yang optimal sangat ditentukan oleh pola makan dan manajemen nutrisi yang diterapkan oleh ibu menyusui sejak hari pertama persalinan. Komposisi gizi yang kompleks di dalam ASI terbukti menjadi fondasi paling krusial bagi tumbuh kembang biologis bayi secara jangka panjang. Hal tersebut mendesak para ibu untuk lebih selektif dalam mengonsumsi makanan demi menghasilkan ASI yang kaya akan zat esensial.
Bidan Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda, Raheli Nidowati, menjelaskan ASI memiliki fase perubahan komponen yang luar biasa dari hari ke hari setelah melahirkan. Di awal masa menyusui, ibu mengeluarkan kolostrum yang berwarna kuning pekat dan sangat kaya akan antibodi alami. Selanjutnya, ASI berubah menjadi ASI peralihan pada hari keempat, hingga akhirnya menjadi ASI matur yang strukturnya jauh lebih kompleks setelah hari ke-14.
| Baca juga: Bahaya Merokok bagi Perokok Aktif dan Pasif |
"Di dalam ASI kolostrum ini tinggi akan antibodi berwarna kuning pekat. Ini untuk membantu bayi agar tidak mudah terinfeksi oleh penyakit," ujar Raheli saat menjadi narasumber dalam program Dokter Etam di RRI Samarinda, dikutip Selasa 30 Juni 2026. Pemahaman fase biologis ini sangat penting agar ibu tidak membuang sisa cairan kuning pertama yang kerap disalahartikan sebagai susu basi.
Lebih lanjut, ia menerangkan ASI matur sendiri terbagi lagi menjadi foremilk yang bening karena tinggi laktosa, serta hindmilk yang kental akan lemak. Kandungan lemak yang terdapat pada lapisan hindmilk berperan besar dalam mengejar target kenaikan berat badan ideal pada bayi. Oleh sebab itu, asupan protein dan kalori ibu yang tinggi sangat memengaruhi ketebalan nutrisi esensial tersebut.
"Jika ingin meningkatkan berat badan bayi, busui harus mengonsumsi makanan tinggi protein. Dengan tinggi protein itu, warna ASI yang dikeluarkan kuning pekat," kata Raheli menekankan hubungan linier antara diet ibu dan mutu ASI. menurutnya, ibu menyusui sangat disarankan mengonsumsi sayuran hijau kaya zat besi serta ikan segar yang mengandung vitamin B kompleks.
Selain dari faktor makanan padat, pemenuhan kebutuhan cairan harian bagi ibu juga menjadi parameter utama yang tidak boleh diabaikan. Mengingat sebagian besar komponen pembuat ASI didominasi oleh air, kondisi dehidrasi pada ibu akan langsung memotong volume produksi harian. Ibu menyusui wajib mengonsumsi air putih dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada konsumsi harian orang dewasa normal.
"Konsumsi air yang cukup, minimal 8 gelas per hari atau 2 sampai 3 liter, karena kandungan ASI itu 90 persen adalah air," ujar Raheli di akhir sesi penjelasannya. Melalui manajemen gizi dan hidrasi yang disiplin, kualitas seluler dari tetesan ASI dipastikan mampu mencukupi seluruh kebutuhan organ vital bayi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....