Puskesmas Baqa Dorong Edukasi Keluarga untuk Tekan Angka Stunting

  • 27 Jun 2026 14:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya pencegahan stunting terus menjadi perhatian seluruh elemen masyarakat karena persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, produktivitas di masa depan, hingga kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal tersebut menjadi pokok pembahasan dalam program Indonesia Sehat RRI Pro 1 Samarinda yang menghadirkan Nutrisionis Puskesmas Baqa Samarinda Seberang, Desy Permatasari, S.Tr.Gz.

Dalam dialog tersebut, Desy menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang dimulai sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Karena itu, pencegahan harus dimulai bahkan sebelum kehamilan melalui pemenuhan gizi ibu, pemeriksaan kesehatan rutin, serta edukasi kepada calon orang tua.

Menurutnya, ibu hamil memiliki peran penting dalam mencegah stunting. Pemeriksaan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan perlu dilakukan agar kondisi kesehatan ibu dapat dipantau, termasuk mendeteksi anemia maupun kekurangan energi kronis yang berpotensi meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.

"Pentingnya ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan minimal enam kali agar status gizinya dapat dipantau. Dari situ kita bisa mengetahui apakah ibu mengalami anemia atau kekurangan energi kronis sehingga dapat segera diberikan edukasi dan penanganan untuk mencegah stunting," ujar Desy Permatasari.

Selain kesehatan ibu, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan menjadi langkah penting dalam mencegah stunting. Setelah itu, pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi dan dibuat sendiri di rumah lebih dianjurkan dibandingkan makanan instan. Kandungan protein hewani seperti telur, ikan, ayam, maupun daging dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sesuai kemampuan ekonomi keluarga.

Desy menegaskan bahwa faktor keturunan bukan penyebab utama stunting. Pola asuh, kecukupan gizi, sanitasi lingkungan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga justru menjadi faktor yang lebih dominan. Oleh sebab itu, orang tua diimbau rutin membawa balita ke Posyandu setiap bulan untuk memantau pertumbuhan tinggi dan berat badan serta memperoleh edukasi dari tenaga kesehatan.

Puskesmas Baqa sendiri terus menjalankan berbagai upaya pencegahan melalui kunjungan rumah, pendampingan keluarga, konseling gizi, serta kolaborasi lintas sektor bersama kader kesehatan dan pemerintah setempat. Pendekatan ini dilakukan agar setiap kasus dapat ditangani sejak dini dan keluarga memperoleh pendampingan secara berkelanjutan hingga kondisi anak membaik.

Dalam dialog kesempatan itu, pendengar atas nama Ridwan dari Grogot Kabupaten Paser juga menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam menekan angka stunting. Menanggapi hal tersebut, Desy menilai bahwa keberhasilan pencegahan stunting tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kelurahan, RT, kader Posyandu, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam pemantauan tumbuh kembang anak.

"Peran pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan. Puskesmas hanya membantu penanganannya, tetapi keberhasilan pencegahan stunting harus didukung oleh kelurahan, RT, kader Posyandu, dan keluarga agar ibu hamil serta balita rutin datang ke Posyandu untuk dipantau pertumbuhannya," kata Desy.

Di akhir dialog, masyarakat kembali diingatkan bahwa pencegahan stunting dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dengan sabun, memanfaatkan jamban sehat, mengonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, serta rutin memanfaatkan layanan Posyandu dan Puskesmas. Melalui kolaborasi seluruh pihak, diharapkan semakin banyak keluarga yang terbebas dari stunting dan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, serta berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....