Studi Ungkap Peran Baru Serebelum dalam Menjaga Ketajaman Otak saat Menua
- 27 Jun 2026 10:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penelitian terbaru mengungkap bahwa serebelum, bagian otak yang selama ini dikenal berperan dalam mengatur keseimbangan dan koordinasi gerak, juga memiliki kaitan dengan kemampuan berpikir dan daya ingat pada usia lanjut. Temuan tersebut membuka peluang baru untuk memahami mengapa sebagian orang tetap memiliki fungsi kognitif yang baik meski bertambah tua.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Neuroscience menunjukkan bahwa proses penuaan pada serebelum tidak terjadi secara merata. Sejumlah wilayah di bagian belakang serebelum mengalami penyusutan lebih cepat dibandingkan area depan yang lebih banyak berperan dalam mengendalikan gerakan tubuh.
Tim peneliti dari Universitas Princeton menganalisis hasil pemindaian otak dan data tes kognitif dari lebih dari 700 orang dewasa sehat yang tergabung dalam Human Connectome Project. Dari analisis tersebut diketahui bahwa bagian serebelum yang terhubung dengan fungsi berpikir tingkat tinggi mengalami perubahan lebih besar seiring bertambahnya usia.
Peneliti juga menemukan bahwa individu yang memiliki volume serebelum lebih besar cenderung memperoleh nilai lebih baik dalam tes memori dan kemampuan berpikir dibandingkan mereka yang memiliki ukuran serebelum lebih kecil. Temuan serupa kembali terlihat setelah tim menelaah data sekitar 47.000 peserta dari UK Biobank dan Alzheimer's Disease Neuroimaging Initiative.
Meski demikian, manfaat tersebut tampaknya memiliki batas pada penderita penyakit Alzheimer. Peneliti menilai serebelum masih dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif pada tahap awal, namun kemampuannya berkurang ketika kerusakan otak akibat penyakit semakin luas.
Serebelum sendiri merupakan bagian otak yang berada di dasar tengkorak dan menyimpan sebagian besar neuron di dalam otak manusia. Selama ini organ tersebut lebih dikenal sebagai pusat pengendali keseimbangan, postur tubuh, serta koordinasi gerakan halus seperti menulis dan mengetik.
Meski hasil penelitian dinilai menjanjikan, para ilmuwan menegaskan bahwa temuan ini baru menunjukkan adanya hubungan antara ukuran serebelum dan kemampuan kognitif, bukan bukti bahwa ukuran serebelum secara langsung menentukan ketajaman berpikir seseorang. Selain itu, mayoritas data penelitian berasal dari peserta berkulit putih dengan tingkat pendidikan tinggi sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hasil tersebut berlaku pada populasi yang lebih beragam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....