Griya Sehat Samarinda Disiapkan Jadi Pusat Rujukan Pengobatan Tradisional

  • 25 Jun 2026 14:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Griya Sehat Samarinda di Jalan Kesehatan Dalam, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang tidak hanya melayani masyarakat yang ingin menjalani pengobatan tradisional. Fasilitas milik Pemerintah Kota Samarinda itu juga disiapkan menjadi pusat rujukan sekaligus pembinaan layanan kesehatan tradisional di Kota Tepian.

Penanggung Jawab Griya Sehat Samarinda, Kusuma Wijayanti, mengatakan Griya Sehat memiliki fungsi yang berbeda dengan puskesmas maupun klinik. Selain memberikan pelayanan kepada pasien, tempat ini juga menjadi wadah pembinaan bagi para penyehat tradisional di Samarinda.

"Griya Sehat ini juga diarahkan menjadi wahana pembinaan para penyehat tradisional di Kota Samarinda. Teman-teman dari asosiasi berkumpul di sini secara rutin setiap bulan," ujarnya, dikutip pada Kamis, 25 Juni 2026.

Kusuma menjelaskan, Griya Sehat merupakan klinik kesehatan tradisional tingkat pertama. Karena itu, pasien yang membutuhkan terapi komplementer bisa datang langsung ataupun mendapat rujukan dari puskesmas, klinik, praktik dokter, hingga penyehat tradisional.

"Kalau ada pasien, misalnya dengan keluhan asam urat atau nyeri, setelah diperiksa di puskesmas atau klinik bisa dirujuk ke sini untuk terapi komplementer. Jadi kami menjadi sentra layanan rujukan tradisional," kata Kusuma, mencontohkan.

Namun, Griya Sehat tidak menerima asuransi BPJS lantaran merujuk pada Peraturan Kementerian Kesehatan, layanan tradisional, estetik, dan herbal tidak termasuk dalam kategori layanan kesehatan yang dicover BPJS.

Penanggung Jawab Griya Sehat Samarinda, Kusuma Wijayanti bersama jajaran tenaga medis Griya Sehat. (Foto

Saat ini Griya Sehat menyediakan berbagai layanan, seperti akupunktur tanpa jarum, akupresur, hipnoterapi, spa kesehatan, hingga facial kesehatan. Ke depan, layanan itu akan ditambah dengan bekam medis dan herbal medis.

Tak sekadar melayani pasien, Kusuma menuturkan, Griya Sehat juga akan dikembangkan sebagai tempat praktik bagi mahasiswa di bidang kesehatan tradisional. Beberapa perguruan tinggi bahkan telah mengajukan kerja sama agar mahasiswanya bisa belajar langsung di fasilitas tersebut.

Kusuma menambahkan, pihaknya juga menargetkan Griya Sehat dapat menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), bahkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan begitu, Griya Sehat nantinya dapat mengembangkan pelayanan secara lebih luas.

"Ya, mungkin akhir tahun Pak Kepala Dinas sudah mengarahkan untuk kita memperjuangkan menjadi UPTD," ucapnya.

Salah satu rencana yang sedang disiapkan, sambung Kusuma, adalah memproduksi herbal medis sendiri. Bahan baku tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk pelayanan di Griya Sehat, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh para penyehat tradisional di Samarinda.

"Harapan kami Griya Sehat bisa menjadi BLUD sehingga dapat memproduksi herbal medis sendiri. Jadi para penyehat tradisional tidak perlu lagi mencari bahan baku ke luar daerah," kata dia, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....