Stigma dan Ketakutan Hukum Hambat Rehabilitasi Pecandu Narkoba
- 23 Jun 2026 05:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba di Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan besar. Bukan pada ketersediaan fasilitas atau tenaga kesehatan, melainkan pada rendahnya keberanian keluarga untuk membawa anggota keluarganya menjalani rehabilitasi.
Padahal, rehabilitasi telah menjadi bagian dari strategi penanganan penyalahgunaan narkotika di Indonesia selama lebih dari satu dekade. Namun hingga kini, masih banyak keluarga yang memilih menyembunyikan kondisi kerabatnya dibanding mencari pertolongan melalui layanan kesehatan yang tersedia.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, mengatakan program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba telah berjalan sejak 2011. Meski demikian, stigma sosial dan kekhawatiran terhadap konsekuensi hukum masih menjadi hambatan utama dalam pelaksanaannya.
"Banyak keluarga yang masih enggan membawa anggota keluarganya menjalani rehabilitasi," katanya, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut Jaya, sebagian masyarakat masih memiliki anggapan bahwa melaporkan anggota keluarga yang terjerat narkoba akan berujung pada proses pidana. Akibatnya, tidak sedikit pengguna narkotika yang terlambat mendapatkan penanganan karena keluarga memilih menutupi kondisi tersebut.
Padahal, pemerintah telah menyediakan mekanisme rehabilitasi melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tersebar di berbagai daerah. Melalui fasilitas tersebut, pengguna narkoba yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh layanan rehabilitasi medis maupun sosial tanpa harus langsung berhadapan dengan proses pemidanaan.
"Banyak keluarga merasa takut anggota keluarganya akan berhadapan dengan proses pidana apabila melapor ke fasilitas kesehatan," ujarnya.
Jaya menjelaskan persepsi tersebut perlahan mulai berubah seiring meningkatnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta aparat penegak hukum. Edukasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman bahwa pecandu dan penyalahguna narkoba membutuhkan pemulihan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.
Menurutnya, pendekatan rehabilitasi menjadi semakin penting karena penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Ketika pengguna tidak segera mendapatkan penanganan, risiko ketergantungan yang lebih berat dan berbagai persoalan sosial lainnya akan semakin besar.
Di Kalimantan Timur, pemerintah telah menyiapkan puluhan fasilitas rehabilitasi yang dapat diakses masyarakat. Namun keberhasilan program tersebut tetap bergantung pada keberanian keluarga untuk mengambil langkah pertama, yakni membawa anggota keluarganya mendapatkan bantuan profesional.
Jaya berharap meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai rehabilitasi dapat menghapus stigma yang selama ini melekat pada penyalahguna narkoba. Dengan demikian, semakin banyak keluarga yang berani mencari pertolongan sehingga proses pemulihan dapat dilakukan lebih dini dan peluang kesembuhan menjadi lebih besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....