Berhenti Merokok Tak Harus Beralih ke Vape
- 31 Mei 2026 06:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Penggunaan vape di kalangan anak muda masih menjadi perhatian tenaga kesehatan. Dokter Spesialis Paru Nur Marleta Riza menilai tren penggunaan vape banyak dipengaruhi faktor lingkungan, iklan, serta desain produk yang dianggap lebih menarik dibanding rokok konvensional.
Menurut Nur Marleta Riza, salah satu alasan yang sering disampaikan pengguna adalah keinginan mengurangi atau berhenti merokok. Namun, anggapan bahwa vape merupakan solusi untuk berhenti merokok dinilai tidak sepenuhnya tepat.
“Yang paling sering saya dengar, mereka menggunakan vape karena ingin mengurangi rokok. Padahal kalau tujuannya transisi dari rokok ke vape untuk berhenti merokok, itu adalah langkah yang salah,” ujarnya.
| Baca juga: Bahaya Merokok bagi Perokok Aktif dan Pasif |
Ia menjelaskan, keinginan berhenti merokok seharusnya dibarengi dengan upaya mengubah kebiasaan dan mencari aktivitas positif sebagai pengalihan. Menurutnya, banyak orang justru mengganti satu ketergantungan dengan ketergantungan lainnya.
“Kalau ingin berhenti merokok, bisa dengan menyibukkan diri ke kegiatan lain yang lebih positif. Jangan sampai pengalihannya justru ke hal yang salah,” katanya.
Dari pengalamannya menangani pasien, Nur Marleta mengaku sering menemukan keluhan batuk pada pengguna vape, terutama mereka yang baru mulai menggunakannya atau beralih dari rokok konvensional.
“Kalau dari pasien yang konsultasi, biasanya awal mencoba vape mereka mengeluhkan batuk. Orang yang pindah dari rokok ke vape juga terlihat berbeda, batuknya sering lebih berat,” jelasnya.
Selain batuk, dokter paru tersebut juga menemukan adanya keluhan napas yang lebih pendek. Namun, banyak pengguna vape tidak menyadari perubahan tersebut karena tubuh secara perlahan beradaptasi terhadap kondisi yang dialami.
“Mereka sering tidak mengaku sesak napas, tetapi sebagai dokter paru kami bisa melihat gejalanya. Lama-kelamaan mereka beradaptasi sehingga merasa itu hal yang normal,” ungkap Nur Marleta.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih kritis terhadap informasi seputar vape dan tidak mudah terpengaruh oleh tren maupun promosi yang beredar. Menurutnya, menjaga kesehatan paru-paru jauh lebih penting daripada mengikuti gaya hidup yang belum tentu aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....