Hari Tiroid Sedunia Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kesehatan

  • 25 Mei 2026 14:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Setiap 25 Mei, dunia memperingati World Thyroid Day atau Hari Tiroid Sedunia. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kelenjar tiroid, organ kecil berbentuk kupu-kupu di leher yang berperan besar dalam mengatur metabolisme tubuh, pertumbuhan, suhu tubuh, hingga detak jantung.

Mengutip American Thyroid Association, gangguan pada kelenjar tiroid dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh. Kondisi seperti hipotiroid, hipertiroid, gondok, hingga nodul tiroid kerap menimbulkan gejala seperti mudah lelah, berat badan berubah drastis, jantung berdebar, sulit tidur, serta perubahan suasana hati. Karena itu, deteksi dini sangat penting agar gangguan dapat ditangani lebih cepat dan tepat.

Hari Tiroid Sedunia pertama kali diperingati pada 25 Mei 2008. Penetapan ini diinisiasi oleh Thyroid Federation International bersama European Thyroid Association (ETA), kemudian mendapat dukungan dari berbagai organisasi kesehatan endokrin dunia, termasuk American Thyroid Association. Peringatan ini bertujuan meningkatkan edukasi publik terkait pentingnya kesehatan tiroid, pencegahan, serta penanganan gangguan tiroid.

Berbagai kampanye biasanya digelar untuk memperingati Hari Tiroid Sedunia, mulai dari seminar kesehatan, pemeriksaan medis, penyuluhan publik, hingga penyebaran informasi melalui media sosial. Langkah ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat tentang gejala gangguan tiroid yang kerap tidak disadari sejak awal.

Selain edukasi, pola hidup sehat juga menjadi kunci menjaga kesehatan tiroid. Asupan yodium yang cukup, pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu mencegah gangguan tiroid berkembang lebih serius.

Peringatan Hari Tiroid Sedunia menjadi pengingat bahwa kesehatan tiroid tak boleh diabaikan. Dengan deteksi dini dan kepedulian terhadap gejala awal, masyarakat dapat menjaga kualitas hidup tetap optimal serta mencegah risiko komplikasi akibat gangguan hormonal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....