Micin Aman dalam Batas Konsumsi Wajar Harian
- 17 Mei 2026 09:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Hermina Samarinda, Benedicta Afianti menegaskan Monosodium Glutamat (MSG) atau micin aman dikonsumsi selama dalam batas wajar. Ketakutan masyarakat terhadap micin dinilai lebih banyak dipengaruhi stigma lama dibanding bukti ilmiah terbaru.
“Kalau saya mengumpulkan referensi itu sama dari pendapat ahli seperti dokter-dokter gizi, ahli pangan, menyatakan sebetulnya itu stigma,” ujar dalam obrolan Tonight Corner Health Pro 2 dikutip Minggu, 17 Mei 2026.
Dr. Benedicta mengatakan stigma negatif terhadap MSG mulai berkembang setelah penyebarannya ke berbagai negara, terutama saat muncul sentimen terhadap produk-produk asal Asia Timur. Kondisi itu diperparah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap bahan kimia setelah efek pestisida mulai banyak dibahas.
“Di Amerika menyatakan ini adalah bubuk putih misterius dari timur. Karena instan, gurih, dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia menuturkan pada 1968 seorang dokter di Amerika melaporkan keluhan mati rasa, pusing, dan berdebar setelah makan di restoran China. Laporan tersebut kemudian memicu ketakutan publik terhadap MSG.
“Sebetulnya dia hanya ingin melemparkan kejadian ini untuk dijadikan diskusi. Dia enggak menyangka akibatnya jadi jelek untuk MSG,” ucapnya.
Menurut dr. Benedicta, sejumlah penelitian lama sempat mengaitkan MSG dengan kanker, kerusakan otak, hingga gangguan kesuburan. Namun, banyak penelitian berikutnya menyatakan riset-riset tersebut kurang sahih secara ilmiah.
“Banyak sekali penelitian yang menyatakan penelitian-penelitian sebelumnya itu kurang sahih, kurang memenuhi syarat dari kriteria sains,” katanya.
Ia menambahkan sejumlah lembaga pangan dunia telah menyatakan MSG aman dikonsumsi, termasuk Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat dan BPOM di Indonesia.
“MSG ini layak dikonsumsi, aman, dan bisa dikonsumsi dalam jumlah secukupnya. Ada batas-batasnya juga seperti konsumsi kita terhadap gula dan garam,” ujarnya.
Dr. Benedicta mengingatkan masyarakat tetap perlu bijak dalam mengonsumsi MSG maupun garam. Konsumsi berlebihan, terutama natrium, dapat meningkatkan risiko hipertensi, obesitas, diabetes melitus, hingga penyakit jantung apabila tidak diimbangi aktivitas fisik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....