Manfaat Tabir Surya Cegah Kanker Kulit

  • 05 Mei 2026 06:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perlindungan terhadap sinar matahari merupakan prioritas utama dalam menjaga kesehatan jangka panjang bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Melansir dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan tabir surya membantu mengelola paparan sinar matahari yang tidak dapat dihindari guna mencegah kerusakan mata dan kulit.

WHO merekomendasikan penggunaan tabir surya dengan spektrum luas yang memiliki kandungan SPF minimal 15 atau lebih tinggi bagi setiap individu. Manfaat Sunscreen ini ditekankan bukan untuk memperlama durasi berjemur, melainkan sebagai alat pelindung saat berada di bawah paparan radiasi matahari secara langsung.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) melalui laporan resminya juga memverifikasi bahwa tabir surya memiliki peran vital dalam mencegah kulit terbakar atau sunburn. Nilai SPF yang tertera pada produk menunjukkan tingkat perlindungan yang diberikan terhadap efek buruk sinar ultraviolet yang dapat merusak sel kulit.

Selain mencegah kulit terbakar, Manfaat Sunscreen yang digunakan secara konsisten adalah mengurangi risiko penuaan dini dan kanker kulit. Hal ini dapat dicapai jika pemakaian tabir surya disertai dengan tindakan pencegahan lainnya, seperti memakai pakaian pelindung dan mencari tempat berteduh.

Ketua Departemen Dermatologi dan Bedah Kulit dari University of Miami Miller School of Medicine, Robert S. Kirsner, menegaskan efektivitas penggunaan produk ini. Menurutnya, pemakaian rutin merupakan fondasi utama pencegahan kanker kulit dan menjaga integritas penghalang kulit manusia.

Hasil riset yang dipimpin oleh Robert S. Kirsner menunjukkan bahwa penggunaan tabir surya secara signifikan menurunkan risiko melanoma invasif. Selain itu, produk pelindung ini juga efektif dalam menekan pertumbuhan karsinoma sel skuamosa yang sering menyerang area kulit yang terpapar sinar UV.

Lembaga independen Cancer Council Australia turut menjelaskan mekanisme kerja produk pelindung ini dalam menghalangi radiasi yang merusak sel. Manfaat Sunscreen akan optimal jika diaplikasikan sebanyak 20 menit sebelum individu mulai melakukan aktivitas di luar ruangan agar meresap sempurna.

Para ahli dari lembaga tersebut menyarankan agar penggunaan tabir surya dioleskan kembali setidaknya setiap dua jam sekali secara merata. Hal ini dilakukan karena efektivitas perlindungan dapat menurun akibat keringat, gesekan, atau aktivitas fisik yang dilakukan oleh pengguna selama berada di luar.

Meskipun memiliki manfaat besar, tabir surya tidak boleh dianggap sebagai pelindung mutlak atau baju zirah yang membuat seseorang bebas berjemur tanpa batas. Pendekatan perlindungan matahari harus tetap komprehensif dengan menghindari paparan puncak sinar matahari pada tengah hari untuk memaksimalkan manfaat Sunscreen.

Diharapkan dengan kesadaran yang meningkat mengenai pentingnya perlindungan kulit, angka kasus kanker kulit di masyarakat dapat ditekan secara bertahap. Penggunaan tabir surya kini bukan lagi sekadar tren kecantikan, melainkan kebutuhan medis dasar untuk menunjang kesehatan tubuh secara menyeluruh di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....