Klinik Santo Borromeus Diresmikan, Akses Kesehatan Sepaku Bertambah

  • 03 Mei 2026 11:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meresmikan operasional Klinik Pratama Santo Borromeus di kawasan Maridan, Kecamatan Sepaku, Sabtu 2 Mei 2026. Kehadiran fasilitas ini menambah akses layanan kesehatan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara yang terus berkembang pesat.

Peresmian dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setkab PPU, Margono Hadisutanto, yang mewakili Bupati PPU. Dalam sambutan tertulis bupati, ia menegaskan bahwa keberadaan klinik ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan layanan dasar masyarakat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan daerah.

“Hal ini menuntut tidak hanya penambahan fasilitas, tetapi juga jaminan ketersediaan tenaga medis, kelengkapan sarana, serta sistem rujukan yang efektif,” ujar Margono. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal di kawasan strategis tersebut.

Di tengah pertumbuhan penduduk dan mobilitas tinggi di Sepaku sebagai wilayah penyangga IKN, kebutuhan layanan kesehatan diperkirakan meningkat signifikan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, karena pembangunan fasilitas baru harus diiringi peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh.

Margono menambahkan, profesionalisme pelayanan menjadi kunci utama, mulai dari kecepatan, ketepatan, hingga sikap non-diskriminatif kepada pasien. Pernyataan tersebut mencerminkan masih adanya tantangan kualitas layanan kesehatan di sejumlah fasilitas yang kerap menjadi sorotan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Klinik, Frederik Jhon, mengatakan bahwa proses kehadiran klinik ini telah dirintis sejak 2021 oleh Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih Santo Carolus Borromeus. Ia menjelaskan, saat survei awal dilakukan, kondisi Sepaku masih minim infrastruktur dan sebagian wilayah berupa hutan.

“Kami datang saat kondisi masih sangat terbatas, bahkan sebagian wilayah masih berupa hutan. Tapi justru di situ kami melihat kebutuhan yang besar,” ucap Frederik. Ia menambahkan pembangunan fisik yang dimulai pada 2024 sempat menghadapi kendala cuaca dan kondisi lapangan, namun akhirnya rampung berkat dukungan berbagai pihak.

Kini klinik tersebut beroperasi di bawah tanggung jawab dr. Novita dengan fokus tidak hanya pada layanan pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan masyarakat. Program promotif dan preventif diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, meski efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan jangkauan layanan.

Dengan diresmikannya Klinik Pratama Santo Borromeus, Pemkab PPU menambah fasilitas kesehatan di Kecamatan Sepaku. Namun di tengah transformasi besar kawasan IKN, tantangan ke depan tidak hanya pada pembangunan fisik, melainkan memastikan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....