Rajin Minum Vitamin, Benarkah Bikin Lebih Sehat?

  • 16 Apr 2026 10:15 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Tren gaya hidup sehat semakin berkembang di era digital. Media sosial dipenuhi dengan konten olahraga, konsumsi makanan sehat seperti smoothie dan overnight oat, hingga promosi berbagai suplemen vitamin. Fenomena ini turut memengaruhi cara masyarakat memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka.

Menurut dr. Difa Kartika dari Rumah Sakit Hermina Samarinda, suplemen vitamin kerap dianggap sebagai jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Banyak orang merasa tidak perlu lagi mengatur pola makan secara detail karena cukup mengandalkan suplemen.

“Sekarang suplemen vitamin seperti jalan pintas, padahal kalau mau memenuhi kebutuhan vitamin, seharusnya dari buah dan sayur,” ujar dr. Difa pada Kamis 16 April 2026.

Pengaruh media sosial menjadi faktor besar dalam meningkatnya konsumsi suplemen. Banyak influencer membagikan pengalaman pribadi setelah mengonsumsi vitamin tertentu, seperti kulit yang menjadi lebih kenyal atau tubuh terasa lebih bugar.

“Banyak yang bilang setelah minum vitamin kulit jadi lebih kenyal, akhirnya yang lihat jadi ingin mencoba,” katanya.

Secara medis, kebutuhan vitamin setiap orang berbeda-beda. Jika seseorang memiliki pola makan yang seimbang, sebenarnya kebutuhan vitamin harian sudah dapat terpenuhi tanpa tambahan suplemen.

“Kalau diet kita seimbang, sebenarnya kebutuhan vitamin itu sudah tercukupi tanpa suplemen tambahan,” ujar dr. Difa.

Namun, dalam kondisi tertentu seperti aktivitas fisik berat, kebutuhan vitamin bisa meningkat. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa pelari yang mengonsumsi vitamin C sebelum marathon memiliki kondisi tubuh yang lebih baik dibandingkan kelompok plasebo.

Meski demikian, hasil tersebut tidak dapat dijadikan patokan umum. Faktor lain seperti persiapan fisik dan pola hidup juga sangat memengaruhi kondisi kesehatan seseorang.

“Jadi bukan hanya vitamin saja, ada banyak faktor lain yang membuat seseorang tetap sehat,” ucapnya.

Vitamin C sendiri berperan sebagai antioksidan yang membantu tubuh menghadapi stres akibat aktivitas berat. Namun, masih banyak kesalahpahaman di masyarakat terkait fungsi vitamin.

“Banyak yang mengira saat sakit minum vitamin bisa langsung sembuh, padahal tidak seperti itu,” ujar dr. Difa.

Ia menambahkan bahwa vitamin tidak bekerja secara instan dan tidak dapat memperpendek masa sakit. Perbedaan harga pada suplemen vitamin biasanya disebabkan oleh kandungan tambahan, seperti formula yang lebih ramah bagi lambung.

“Kalau yang lebih mahal biasanya ada tambahan yang membuat lebih aman di lambung, terutama untuk yang sensitif,” katanya.

Pada akhirnya, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi tren kesehatan yang beredar di media sosial. Memahami kebutuhan tubuh, menjaga pola makan seimbang, serta berkonsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting sebelum mengonsumsi suplemen. Dengan begitu, upaya menjaga kesehatan tidak hanya mengikuti tren, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi tubuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....