Waspada Kebiasaan yang Memicu Terbentuknya Batu Empedu

  • 14 Apr 2026 19:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Selama ini banyak orang beranggapan bahwa batu empedu hanya disebabkan oleh konsumsi makanan berlemak secara berlebihan. Namun, fakta medis menunjukkan bahwa pola makan yang tidak teratur, termasuk kebiasaan melewatkan waktu makan, juga menjadi faktor risiko utama.

Dokter Spesialis Bedah Digestif Konsultan Rumah Sakit SMC Samarinda, Ahmad Tobroni Nasution, meluruskan persepsi keliru di masyarakat mengenai fungsi kantong empedu. Menurutnya, kantong empedu bukanlah tempat produksi cairan empedu, melainkan hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara.

Cairan empedu sebenarnya diproduksi oleh organ hati. Cairan ini sangat penting untuk membantu proses pencernaan lemak di dalam usus. Ketika kita mengonsumsi makanan, kantong empedu akan berkontraksi untuk memompa cairan tersebut keluar.

Terbentuknya batu diawali dengan pengentalan cairan empedu yang kemudian berubah menjadi lebih kental dan akhirnya memadat menjadi batu. Proses ini biasanya dipicu oleh tingginya kadar kolesterol dalam cairan empedu yang tidak segera dikeluarkan dari kantongnya.

Menariknya, ia menekankan bahwa tidak makan atau puasa yang terlalu lama tanpa pola yang benar justru berbahaya bagi kesehatan empedu. Tanpa adanya asupan makanan, kantong empedu tidak akan terstimulasi untuk memompa cairan keluar, sehingga cairan yang mengendap lama di dalamnya berisiko mengkristal.

"Tidak makan juga akan menyebabkan batu juga. Karena kalau tidak makan berarti cairan empedu yang tadi sebagai storage, dia tidak akan keluar dipompa karena makanan lemaknya tidak ada juga, sehingga lama-kelamaan dia akan menyebabkan jadi lumpur dan batu juga," ucapnya dalam program Indonesia Sehat di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Selasa 14 April 2026.

Selain pola makan, faktor risiko lain adalah jenis kelamin dan pengaruh hormon. Wanita diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena batu empedu dibandingkan pria karena adanya pengaruh hormon estrogen yang memengaruhi metabolisme empedu.

"Cairan empedu itu diproduksi di hati bukan di kantong empedu. Jadi cairan empedu itu normalnya itu masuk dari hati ke salurannya kemudian masuk ke dalam usus," katanya.

Untuk mencegah kondisi ini, ia menyarankan pola makan yang seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak. Disarankan juga untuk makan dalam porsi kecil namun sering agar cairan empedu tetap mengalir secara rutin dan tidak mengendap di dalam kantong penyimpanan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....