Cegah Campak saat Lebaran, Dinkes Kaltim Imbau Batasi Interaksi Bayi
- 24 Mar 2026 06:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Campak menjelang perayaan Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas silaturahmi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fit Nawati menegaskan, persoalan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya institusi kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat melalui edukasi dan kesadaran kolektif.
“Permasalahan kesehatan ini adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya institusi kesehatan, tetapi juga perlu keterlibatan masyarakat melalui edukasi dan kesadaran bersama,” ujarnya dilansir dari laman Pemprov Kaltim pada Selasa, 24 Maret 2026.
Ia menjelaskan, meningkatnya mobilitas dan interaksi masyarakat selama Lebaran berpotensi mempercepat penularan penyakit menular. Oleh karena itu, orang tua yang memiliki bayi dan balita diimbau membatasi kontak anak dengan banyak orang guna menekan risiko penularan, khususnya campak.
Selain itu, masyarakat diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan. Upaya tersebut meliputi kebiasaan mencuci tangan, mengonsumsi buah dan sayur, serta menjaga waktu istirahat agar daya tahan tubuh tetap optimal.
“Jika daya tahan tubuh baik, risiko infeksi virus dapat diminimalkan atau tidak berkembang menjadi lebih parah,” ujarnya.
Fit Nawati juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi tenaga kesehatan apabila menemukan gejala campak, seperti demam, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam pada kulit. Penanganan cepat dinilai penting untuk mencegah komplikasi serius.
“Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, campak dapat menimbulkan komplikasi seperti sesak napas, diare berat, hingga kondisi yang lebih berbahaya,” katanya.
Ia menambahkan, virus campak dapat ditularkan bahkan oleh orang yang tampak sehat. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi bayi di bawah usia sembilan bulan yang belum mendapatkan imunisasi dan berisiko mengalami gejala lebih berat.
Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan cakupan imunisasi bagi bayi dan balita. Masyarakat diharapkan memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal sebagai langkah perlindungan utama dari penyakit campak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....