Dinkes Paser : Belum Ada Laporan Kasus Campak

  • 14 Mar 2026 16:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paser - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim), sebelumnya melaporkan hingga Maret 2026 ini terdapat 126 kasus penyakit menular campak yang tersebar hingga di 10 kabupaten/kota.

Masalah penyakit menular serius ini pun tentu menjadi atensi bagi Dinkes Kabupaten Paser dalam melakukan pencegahan awal, agar anak-anak terhindar dari penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi menerangkan masalah tersebut perlu melakukan antisipasi awal dengan meningkatkan pelayanan vaksinasi melalui Puskesmas yang ada.

"Kalau antisipasi dari Dinas Kesehatan bahwa kami lebih kepada memperkuat terkait dengan upaya promotif dan preventif terutama dalam fasilitas layanan kesehatan primer, Puskesmas dan juga Pusban (Puskesmas Pembantu) yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di lapangan," ujar Kadinkes Paser, Amri saat ditemui rri.co.id.

Antisipasi lainnya juga merujuk pada penanganan awal kasus Covid dengan rajin membersihkan tangan. Sehingga dari pola dan gaya hidup yang bersih maka dapat menghindarkan anak dari penyakit menular seperti campak.

"Karena tentunya ya penyakit campak ini lebih disebabkan oleh pola hidup dan gaya hidup masyarakat. Otomatis ya upaya sosialisasi bagaimana hidup bersih dan sehat, bagaimana ya seperti dalam penanganan Covid kemarin kita anjurkan untuk rajin mencuci tangan. Ini sangat penting sekali," katanya.

Meski di sejumlah kabupaten/kota lain di Kaltim terdapat adanya kasus campak, namun Amri menyebutkan sementara ini belum adanya laporan yang masuk ke dinas.

"Tentunya ya kalau untuk sekarang sih untuk di Kabupaten Paser informasi yang saya ketahui saat ini masih belum masuk ya. Tapi kami tetap memonitor perkembangan dari Puskesmas-Puskesmas yang ada," ucap Amri.

Kendati demikian, jika adanya laporan akan kasus tersebut maka Dinkes Paser menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk segera berobat ke Puskesmas terdekat, agar tidak menularkan ke orang lain jika dibiarkan terlalu lama.

"Terkait dengan pelayanan apabila memang ada yang terindikasi atau terjangkit, kami menghimbau kepada masyarakat untuk segera ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pelayanan kesehatan sehingga bisa kita lakukan upaya pengobatan dengan lebih intensif," katanya.

Penyebaran kasus campak di Indonesia khusus di Kaltim sendiri dikarenakan pola hidup serta kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya vaksinasi campak terhadap buah hatinya. Sehingga penularan tersebut bisa dengan cepat menyebar dan menyerang anak lainnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Amri berharap kepada masyarakat Kabupaten Paser untuk terus menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....