Empat Pilar TAMASYA Kawal Tumbuh Kembang Anak
- 26 Feb 2026 17:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penguatan kualitas pengasuhan anak usia dini menjadi fokus utama implementasi program TAMASYA atau Taman Asuh Sayang Anak di Kota Samarinda. Program inisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ini dirancang tidak hanya sebagai layanan penitipan anak, tetapi sebagai sistem pengasuhan terintegrasi yang memadukan aspek kesehatan, edukasi, dan perlindungan anak.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menjelaskan TAMASYA memiliki empat indikator layanan utama yang menjadi fondasi pelaksanaan di lapangan. Keempat pilar tersebut memastikan setiap anak yang dititipkan di TPA mendapatkan pengasuhan yang aman, terpantau, dan berkualitas.
“Empat layanan ini menjadi fondasi agar anak-anak yang dititipkan di TPA benar-benar mendapatkan pengasuhan yang aman, terpantau, dan berkualitas,” ujarnya, Kamis 26 Februari 2026 di Samarinda.
Ia merinci, indikator pertama adalah pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala guna mendeteksi sedini mungkin potensi gangguan perkembangan. Kedua, peningkatan kompetensi pengasuh agar memiliki standar pengasuhan yang sesuai prinsip perlindungan anak dan kesehatan dasar. Ketiga, edukasi kepada orang tua atau wali sebagai bagian dari penguatan peran keluarga. Dan keempat, layanan rujukan apabila ditemukan indikasi gangguan tumbuh kembang agar segera mendapat penanganan lanjutan.
Menurut Deasy, keberhasilan TAMASYA tidak dapat berjalan secara parsial. Pemerintah Kota Samarinda menggandeng berbagai perangkat daerah dan mitra strategis, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kominfo, Pokja Bunda PAUD, PKK, hingga organisasi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar standar layanan benar-benar terimplementasi.
Penguatan program tersebut juga mendapat dukungan langsung dari Kepala Perwakilan Kemendukbangga Provinsi Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati. Ia menilai, intervensi sederhana namun konsisten seperti pemantauan kesehatan dan pemberian vitamin menjadi investasi penting dalam membangun kualitas generasi sejak dini.
“Upaya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak hari ini akan berdampak besar pada kualitas generasi masa depan. Karena itu, orang tua perlu aktif mendukung, memanfaatkan layanan Posyandu dan Puskesmas, serta mengikuti program-program pemerintah,” katanya.
Saat ini di Samarinda terdapat 16 lokasi TAMASYA, sementara secara keseluruhan di Kalimantan Timur jumlahnya telah mencapai lebih dari 300 titik layanan. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pendampingan dan evaluasi berkala agar seluruh indikator berjalan optimal dan terukur.
Melalui pendekatan kolaboratif dan penguatan sistem layanan pengasuhan, TAMASYA diharapkan tidak hanya menjadi tempat penitipan anak, tetapi juga pusat pembinaan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Upaya ini menjadi bagian dari strategi menyiapkan Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....