Gejala Angin Duduk yang Sering Disalahpahami
- 19 Feb 2026 13:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Penyakit jantung dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Meski identik dengan kelompok usia lanjut, risiko penyakit ini juga mengintai anak muda, terutama mereka yang memiliki faktor risiko seperti obesitas, diabetes, maupun hipertensi. Menurut kardiolog, kebiasaan yang sering dianggap sepele justru dapat memicu gangguan jantung lebih cepat dari yang dibayangkan.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Syifa Mahmud Syukran Akbar Sp.JP FIHA, AIFO-K dari Rumah Sakit Hermina Samarinda. Ia menegaskan bahwa salah satu faktor pemicu yang banyak ditemui pada anak muda adalah kebiasaan merokok. “Merokok di usia yang cukup muda dapat mengakibatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah,” ungkapnya.
Dalam program Tonight Corner di RRI Pro 2 Samarinda, dr. Syifa menjelaskan bahwa kebiasaan merokok pada malam hari disertai konsumsi makanan tinggi garam seperti keripik dapat memicu peningkatan tekanan darah. Kondisi hipertensi ini menjadi salah satu pemicu utama penyakit jantung. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesadaran generasi muda dalam menjaga pola hidup dan memahami risiko penyakit ini.
Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah angin duduk atau angina pectoris. Istilah ini sering kali dianggap sebagai masuk angin biasa, padahal merupakan gejala gangguan jantung yang serius. “Penyakit jantung yang mematikan salah satunya adalah serangan jantung. Orang-orang menyebutnya dengan angin duduk,” jelasnya. Angina pectoris terjadi akibat aliran darah yang tidak mencukupi ke otot jantung.
Gejala angin duduk kerap tidak disadari karena mirip dengan masuk angin. Penderitanya dapat merasakan ketidaknyamanan pada dada, disertai mual, dan pada kondisi lebih parah muncul nyeri yang menembus hingga punggung. Gejala lain yang perlu diwaspadai termasuk rasa tertekan atau terbakar pada dada, sesak napas, keringat dingin, serta nyeri yang menjalar ke lengan atau leher.
Menurut dr. Syifa, kombinasi gejala tersebut patut dicurigai sebagai tanda serangan jantung. “Jika merasakan gejala tersebut, sebaiknya langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat seperti rumah sakit,” tegasnya. Penanganan cepat sangat menentukan peluang keselamatan pasien dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada jantung.
Sebagai langkah awal pertolongan, penderita dianjurkan untuk segera beristirahat, duduk dengan tenang, dan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter jika sudah pernah diresepkan sebelumnya. Edukasi mengenai gejala dan pencegahan penyakit jantung diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya anak muda, agar lebih peduli terhadap kesehatan jantung sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....