Gen Z dan Stigma terhadap Konsultasi Psikiater

  • 18 Feb 2026 07:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kesadaran generasi muda terhadap kesehatan mental, menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Kunjungan ke layanan kesehatan jiwa meningkat, terutama dari kalangan Gen Z. Fenomena ini dinilai sebagai meningkatnya kasus sekaligus meningkatnya kesadaran.

Psikiater Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Samarinda, Yenny, menjelaskan saat ini banyak pasien dalam tahap rawat jalan, bukan lagi kondisi berat yang membutuhkan rawat inap.

''Dahulu kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa kebanyakan pasien rawat inap. Namun sekarang, orang-orang sudah berani untuk berkonsultasi jika ada keluhan seperti sulit tidur, cemas, atau terjebak dalam relasi yang toxic,'' ujar Yenny, dikutip Selasa 17 Februari 2026.

Perbedaan generasi menjadi tantangan tersendiri. Generasi sebelumnya masih lekat dengan stigma berkonsultasi ke psikiater, identik dengan gangguan berat. Sementara Gen Z lebih terbuka, meski terkadang terpapar informasi berlebihan dari media sosial.

''Overdiagnosis oleh diri sendiri juga sering terjadi. Terlalu banyak membaca informasi tanpa pendampingan, bisa membuat seseorang merasa semua gejala cocok dengan dirinya,'' ucap Yenny dalam dialognya di program Dokter Etam Pro4 Samarinda.

Lebih lanjut Yenny mengatakan, keberanian berkonsultasi adalah langkah sehat, bukan tanda kelemahan. Namun, keseimbangan tetap diperlukan. ''Peduli pada diri sendiri itu baik. Tapi jangan sampai terjebak mengasihani diri terus-menerus, tanpa melihat hal positif yang juga ada di kehidupan ini,'' katanya.

Dengan pemahaman yang tepat, generasi muda diharapkan mampu menjadikan kesehatan mental sebagai kebutuhan, bukan sekadar tren. Kesadaran ini penting agar mampu membangun kebiasaan refleksi diri, mengelola emosi dengan baik, serta mencari bantuan profesional tanpa rasa takut ketika diperlukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....