Kesemutan Tangan Berkepanjangan, Waspadai Carpal Tunnel Syndrome
- 28 Jan 2026 12:06 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dokter Umum RS Hermina Samarinda, dr. Hetty Mariati, mengingatkan para pekerja, khususnya pekerja muda, untuk segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami keluhan tangan, terutama yang menetap lebih dari dua minggu. Keluhan ini bisa menjadi tanda awal Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau Sindrom Lorong Karpal.
CTS adalah kondisi di mana saraf median di pergelangan tangan terhimpit, menyebabkan nyeri, kesemutan, mati rasa, dan kelemahan tangan, khususnya pada ibu jari, telunjuk, dan jari tengah. Gejala sering muncul atau memburuk pada malam hari dan dapat membuat pekerja kesulitan menggenggam benda.
Menurut dr. Hetty, keluhan ringan seperti kebas atau kesemutan yang muncul berulang, walau tampak sepele, sebaiknya tidak diabaikan.
"Kalau tubuh mulai memberi sinyal, misalnya kebas tangan, itu bisa dikonsultasikan ke dokter langsung. Tidak harus menunggu pingsan atau sesak," ujarnya, dikutip Rabu, 28 Januari 2026.
Mengutip berbagai sumber, CTS sering dipicu oleh aktivitas repetitif, seperti mengetik atau menggunakan mouse, cedera pergelangan tangan, atau kondisi medis seperti kehamilan, diabetes, atau rheumatoid arthritis. Faktor risiko lainnya termasuk wanita, usia 40-60 tahun, dan obesitas.
Penanganan awal bisa dilakukan secara mandiri dengan mengistirahatkan tangan, menghindari gerakan berulang, menggunakan kompres dingin, atau memakai penyangga pergelangan tangan (wrist splint). Latihan khusus, seperti nerve gliding exercises, juga dapat membantu meredakan ketegangan saraf median dan mengurangi gejala.
Diagnosis CTS dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter, seringkali dibantu pemeriksaan konduksi saraf atau Electromyography (EMG). Jika pengobatan mandiri tidak berhasil, dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi atau melakukan operasi dekompresi untuk melepaskan tekanan pada saraf.
"Awalnya mungkin hanya kesemutan, kemudian jika bekerja lebih lama dan intensitas gejalanya menetap, sebaiknya datang ke dokter. Penanganan sedini mungkin sangat penting agar tidak menimbulkan kerusakan permanen," ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan para pekerja agar tidak mengabaikan keluhan kesehatan lain yang menetap lebih dari dua minggu, seperti nyeri tengkuk dan sakit kepala, serta segera mengonsultasikannya kepada dokter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....