Pekerja Wajib Waspada Berbagai Hazard di Lingkungan Kerja
- 28 Jan 2026 11:28 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Risiko kesehatan menjadi salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kerja di berbagai sektor, termasuk bagi pekerja muda. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Hetty Mariati, Dokter Umum RS Hermina Samarinda.
Menurutnya, risiko kesehatan sangat bergantung pada sektor pekerjaan masing-masing, mengingat cakupannya yang luas. Namun, ia menekankan pentingnya kesadaran pekerja untuk memaknai setiap pekerjaan yang dilakukan serta memahami potensi bahaya yang dapat berdampak pada kesehatan di masa depan.
“Ketika kita bekerja, kita harus meaningful, menghayati setiap apa yang kita kerjakan, apa yang berbahaya, dan apa yang sebenarnya berpotensi menjadi penyakit di kemudian hari,” ujarnya saat menjadi narasumber obrolan Tonightcorner Health Selasa, 27 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa setiap aktivitas kerja pasti memiliki risiko, sehingga pekerja perlu menyadari keberadaan hazard atau bahaya di tempat kerja. Meskipun upaya pencegahan telah dilakukan melalui penerapan K3, risiko tersebut tetap ada dan perlu diantisipasi.
“Kita harus tahu bahwa risiko itu pasti ada. Ada hazard atau bahaya-bahaya yang menanti di tempat kerja, meskipun kita sudah mengantisipasi diri dengan K3,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Hetty memaparkan bahwa hazard atau bahaya di tempat kerja terbagi ke dalam lima jenis, salah satunya adalah hazard fisik. Hazard fisik merupakan jenis bahaya yang paling sering ditemui di lingkungan kerja.
Salah satu contoh hazard fisik adalah pencahayaan di tempat kerja. Kondisi pencahayaan yang terlalu redup dapat menyebabkan mata mudah lelah karena dipaksa bekerja lebih keras untuk melihat. Hal tersebut terjadi karena lensa dan retina mata harus berakomodasi secara berlebihan dalam kondisi pencahayaan yang kurang optimal.
Sebaliknya, pencahayaan yang terlalu terang juga dapat menimbulkan gangguan, terutama bagi pekerja lapangan atau mereka yang bekerja di area terbuka. Cahaya yang terlalu silau dapat membuat mata cepat lelah dan memperberat proses akomodasi penglihatan.
“Kalau terlalu gelap, lensa mata akan capek karena harus memaksakan untuk melihat dalam kondisi maksimal. Tapi kalau terlalu terang, misalnya pada pekerja lapangan, mata juga bisa cepat lelah dan silau,” ujarnya.
Selain pencahayaan, hazard fisik juga mencakup getaran, termasuk getaran dalam bentuk gelombang suara. Lingkungan kerja yang bising, seperti tempat dengan suara mesin yang keras atau aktivitas musik dengan intensitas tinggi, berpotensi menimbulkan trauma pada telinga, termasuk kerusakan pada gendang telinga.
Hazard fisik lainnya adalah paparan radiasi. Dalam lingkungan kesehatan, radiasi yang paling sering ditemui adalah radiasi pengion, seperti sinar X-ray dan CT scan. Namun, dr. Hetty menjelaskan bahwa selama paparannya tidak sering dan tidak dilakukan secara rutin, radiasi tersebut masih berada dalam batas aman bagi tubuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....