Rahasia Mengelola Asam Urat Melalui Diet dan Kebiasaan
- 27 Jan 2026 20:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pola makan sehari-hari sering kali menjadi pemicu utama melonjaknya kadar asam urat dalam tubuh. Dalam diskusi kesehatan bersama dr. Hendra Widjaja, terungkap bahwa manajemen gaya hidup, terutama pengaturan konsumsi makanan tinggi purin, adalah kunci utama untuk menghindari serangan nyeri sendi atau artritis gout yang menyiksa.
Dr. Hendra membagi kategori makanan berdasarkan kadar purinnya menjadi rendah, sedang, dan tinggi. Kelompok makanan tinggi purin yang sangat disarankan untuk dihindari meliputi jeroan (hati dan ampela), daging merah (sapi dan kambing), serta hampir semua jenis makanan laut (seafood). Menariknya, makanan olahan kaleng seperti sarden dan kornet juga masuk dalam kategori pemicu asam urat.
Kecenderungan masyarakat mengonsumsi makanan enak tanpa kontrol menjadi perhatian serius. Makanan tradisional seperti emping melinjo dan hidangan berbumbu kacang sering kali dikonsumsi secara berlebihan. Dr. Hendra menyarankan penderita asam urat untuk beralih ke metode pengolahan makanan yang lebih sehat seperti direbus atau dikukus guna mengurangi beban purin.
"Cara pengolahan makanan sangat berpengaruh. Lebih baik yang direbus, dikukus, atau ditumis ringan. Asupan air putih yang cukup juga sangat vital untuk membantu ginjal menurunkan kadar asam urat dalam darah secara alami," ujar dr. Hendra Widjaja dalam program Dokter Etam PRO 4 RRI Samarinda, Kamis, 22 Januari 2026.
Selain makanan, aktivitas fisik juga menjadi komponen yang tidak bisa dipisahkan. Olahraga rutin minimal lima kali seminggu dengan durasi 45 menit sangat dianjurkan untuk menjaga berat badan ideal. Obesitas diketahui dapat mengganggu proses metabolisme purin, sehingga meningkatkan risiko penumpukan kristal asam urat pada persendian.
Bagi penderita yang sedang mengalami serangan nyeri akut, dr. Hendra membagikan tips pertolongan pertama sederhana. Mengompres bagian yang bengkak dan merah dengan es batu atau kompres dingin dapat membantu meredakan rasa panas dan nyeri sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan terdekat.
Pesan utama dari edukasi ini adalah bahwa tidak semua nyeri sendi disebabkan oleh asam urat. Masyarakat diingatkan untuk tidak sembarangan mendiagnosis diri sendiri. Dengan menjaga pola makan "real food" dan menghindari makanan olahan, risiko terkena penyakit "orang tua" ini dapat diminimalisir sejak usia muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....