Mengenal BPH atau Pembesaran Prostat Jinak
- 16 Jan 2026 14:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia mengalami berbagai perubahan biologis yang tidak bisa terbantahkan. Salah satu gangguan kesehatan yang kerap mengintai kaum pria memasuki usia lima puluh tahun adalah pembesaran prostat jinak atau secara medis dikenal sebagai Benign Prostatic Hyperplasia (BPH).
Dokter Spesialis Urologi dari RS. SMC Samarinda, dr. Poppy D.S. Nasution, Sp.U, menjelaskan bahwa BPH adalah kondisi medis yang umum terjadi pada pria berusia di atas lanjut namun sering kali disalahartikan oleh masyarakat.
"Jadi, BPH atau binain prostat hyperplasia atau pembesaran prostat jinak adalah pembesaran dari kelenjar prostat yang bersifat jinak yang hanya terjadi pada laki-laki karena prostatnya dimiliki oleh laki-laki yang dia bersifat jinak bukan kanker," kata dokter Poppy dalam siaran Indonesia Sehat RRI.
Kondisi ini umumnya mulai menunjukkan gejala pada pria berusia di atas 50 tahun. Dr. Poppy memaparkan bahwa faktor utama penyebab BPH adalah proses penuaan alami yang dialami tubuh, yang berdampak pada perubahan keseimbangan hormon seksual pria.
"Pembesaran prostat ini terjadi karena proses penuaan dan karena proses penuaan, terjadi gangguan hormon atau ketidakseimbangan hormon. Dimana pada usia tua testosteron itu menurun. Di prostat testosteron itu dia berubah menjadi dihidrotestosteron. Dengan usia meningkat tua di hidrotestosteronnya tinggi terjadi pembesaran daripada prostat, penumpukan sel daripada di hidrotestosteron sehingga dia menyebabkan pembesaran prostat," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan kadar dihidrotestosteron inilah yang memicu penumpukan sel, sehingga kelenjar prostat perlahan membesar. Meski demikian, dr. Poppy menekankan bahwa tidak semua pria di atas usia 50 tahun pasti akan mengalami BPH, meskipun risikonya meningkat seiring pertambahan usia.
Dokter Poppy juga mengingatkan agar masyarakat tidak perlu panik berlebihan, namun tetap waspada. Edukasi mengenai BPH menjadi penting agar para pria dapat membedakan mana proses penuaan yang wajar dan mana gejala penyakit yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....