Jangan Asal Minum Antibiotik untuk Batuk Pilek
- 15 Agt 2025 07:32 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Saat pergantian musim pancaroba, berbagai gangguan kesehatan sering muncul, salah satunya batuk pilek pada anak.
Baiq Elis Riski Astuty, R.D., pakar kesehatan, dalam Dialog Indonesia Bisa pada Kamis (14/8/2025) mengatakan, batuk dan pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus, perubahan cuaca, atau daya tahan tubuh yang menurun.
Ia menjelaskan, batuk biasanya ditandai dengan gejala hidung meler, suara serak, dan batuk ringan. Batuk pilek yang disertai gejala lebih berat, seperti demam tinggi dan nyeri badan, menurutnya bisa menjadi indikasi tubuh sedang melawan infeksi.
Orang tua, kata Elis, harus mengetahui terlebih dahulu gejala pada anak sebelum menentukan pilihan obat sediaan yang tersedia di apotek atau toko obat yang telah tersertifikasi, sesuai dengan gejala yang dialami anak.
“Kombinasi air hangat, perasan jeruk nipis, dan satu sendok madu bisa menjadi pereda batuk alami. Sementara untuk pilek, saya menganjurkan memperbanyak minum air putih dan menghindari gorengan karena dapat memicu produksi lendir,” katanya.
Elis juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi antibiotik, terutama jika batuk pilek disebabkan oleh virus.
“Antibiotik tidak bekerja melawan virus. Ini penting diketahui agar tidak terjadi resistensi antibiotik di masyarakat,” katanya.
Ia pun mendorong masyarakat untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala batuk tidak kunjung membaik dalam lima hari, apalagi jika disertai demam tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....