Ini Sebab Bopeng di Wajah
- 17 Jul 2025 12:51 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda : Masalah kulit seperti jerawat dan bekasnya ternyata tak bisa dianggap sepele. Selain menurunkan rasa percaya diri, jerawat yang tidak ditangani dengan tepat bisa meninggalkan bekas kehitaman, kemerahan, hingga bopeng permanen. Hal ini diungkapkan oleh dr. Dina Pebriany, Sp.DV, dokter spesialis kulit dari RS Hermina Samarinda.
“Bopeng atau scar acne itu biasanya muncul karena peradangan jerawat yang dalam dan tidak ditangani secara maksimal. Bahkan ada juga yang jerawatnya tidak dipencet, tapi tidak diobati juga. Itu tetap bisa menyebabkan bekas berupa bopeng,” jelasnya dalam Obrolan Tonight Corner Health Pro 2 RRI Samarinda baru – baru ini.
Ia menjelaskan bahwa jerawat memiliki berbagai tingkatan, mulai dari komedo (blackhead dan whitehead), papul (bintil), pustul (bernanah), hingga nodul atau kista (jerawat batu). Semua jenis jerawat ini berpotensi menimbulkan bekas jika tidak dirawat dengan tepat.
"Jadi jerawat itu kan macam-macam nih gradnya. Ada yang komedogenic, komedo, black head, white head itu sudah termasuk jerawat tuh kalau kita bilang tuh kayak beruntusan. Itu sudah termasuk jerawat tapi yang grade ringan. Kemudian ada juga yang sudah berbintil-bintil atau papul kalau kita bilang. Kemudian ada juga yang sudah mulai bernanah-nanah itu namanya pustul. Kemudian ada juga yang sudah besar-besar nanahnya kayak jerawat batu. Nah, itu bisa berbentuk nodul atau berbentuk kista. Nah, itu semua tuh mengalami peradangan gitu. Nah, kalau memang misalnya tidak diobatin, semua itu berisiko untuk menjadi bekas jerawat.” jelasnya
Menurutnya, penyebab utama terjadinya scar acne adalah peradangan yang mengenai lapisan kulit lebih dalam. Saat jerawat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis, sering kali kulit tidak bisa meregenerasi jaringan dengan sempurna. Akibatnya, terbentuk cekungan atau jaringan parut di permukaan kulit yang dikenal sebagai bopeng.
“Kalau jerawatnya dalam, lalu tidak diobati dengan benar, bisa bikin permukaan kulit jadi seperti 'longsor'. Nah itu yang akhirnya membentuk bopeng,”
Ia juga menegaskan bahwa penggunaan skincare saja tidak cukup untuk mengatasi bopeng. Diperlukan tindakan medis tertentu yang disesuaikan dengan jenis scar, seperti atropic scar (yang cekung ke dalam) maupun hypertrophic scar atau keloid (yang menonjol keluar).
“Untuk bopeng, memang tidak bisa cukup hanya dengan skincare. Harus dengan treatment khusus, seperti laser, dermaroller, atau tindakan medis lain tergantung kondisinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, dr. Dina mengingatkan bahwa penting bagi siapa pun yang mengalami jerawat baik ringan maupun berat untuk tidak mengabaikan penanganan sejak dini. Sebab, jika jerawat terus dibiarkan tanpa pengobatan, risiko bekas permanen akan semakin besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....