Meningkatkan Kesadaran Kondisi Kehamilan di Hari Preeklamsia

  • 21 Mei 2025 14:29 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Preeklamsia dan penyakit hipertensi yang berkaitan dengan kehamilan memengaruhi sekitar 76.000 ibu dan 500.000 bayi baru lahir setiap tahun. Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang berpotensi mengancam jiwa, sehingga menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu.

Preeklamsia biasanya terjadi sekitar minggu ke-20 masa kehamilan dan ditandai dengan tekanan darah tinggi serta keberadaan protein dalam urin. Kondisi ini dapat menimbulkan risiko besar bagi ibu dan bayi apabila tidak dipantau dan ditangani dengan baik. Waktu yang lebih singkat antara diagnosis dan pengobatan akan memberikan hasil yang lebih baik bagi ibu dan bayi. Preeklamsia dapat dikenali secara sederhana melalui pemeriksaan kehamilan rutin.

Preeklamsia dapat dideteksi selama pemeriksaan kehamilan standar, sehingga prosedurnya sangat sederhana. Komplikasi dari kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka panjang pada ibu, dan sangat berkaitan dengan perkembangan berbagai penyakit kronis di kemudian hari, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, serta gagal ginjal.

Peningkatan tekanan darah dan, dalam banyak kasus, keberadaan protein dalam urin merupakan gejala utama. Jika tidak dipantau dan ditangani secara cermat, hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan bayi. Semakin dini preeklamsia dikenali dan dipantau, semakin baik pula prognosis bagi ibu dan janin.

Kondisi-kondisi ini telah merenggut terlalu banyak nyawa atau memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan mereka yang terdampak. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala sejak dini, serta memberikan respons yang cepat dan tepat oleh tenaga kesehatan yang berkualifikasi.

Hari Preeklampsia Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 22 Mei, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap kondisi kehamilan yang berpotensi fatal ini, sebagaimana dilansir oleh National Today.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....