Pentingnya Mengganti Gigi yang Hilang dan Rehabilitasi Fungsi Oral
- 08 Mei 2025 11:10 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Kesehatan gigi dan mulut memegang peranan penting dalam menjaga kualitas hidup seseorang. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjaga kebersihan gigi, yang pada akhirnya menyebabkan kehilangan gigi permanen.
Kepada RRI, drg. Muhammad Faizal Fachry A, M. Kes, Sp.Pros mengatakan, pentingnya penggantian gigi yang hilang serta proses rehabilitasi fungsi oral yang dapat mengembalikan fungsi bicara, pengunyahan, dan estetika wajah.
“Kehilangan gigi tidak hanya mengganggu proses pengunyahan, tetapi juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada rahang. Kondisi ini, bila dibiarkan bisa berujung pada gangguan fungsi bicara serta penurunan kepercayaan diri akibat perubahan estetika wajah. Oleh karena itu, rehabilitasi oral menjadi penting untuk memulihkan fungsi-fungsi tersebut melalui prosedur seperti pemasangan gigi tiruan atau implant, “urai drg. Muhammad Faizal Fachry.
Dijelaskannya, pembuatan gigi tiruan bukan sekadar proses teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek estetika dan kenyamanan pasien. Posisi gigi yang tepat, bentuk yang sesuai, dan warna yang serasi akan sangat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang.
“Pemahaman mengenai tahapan pembuatan gigi, mulai dari pencetakan hingga pemasangan, perlu diketahui oleh pasien agar hasil akhirnya memuaskan. Gigi tiruan sebaiknya dipasang setelah gusi benar-benar sembuh, biasanya dalam waktu satu hingga dua bulan setelah pencabutan. Proses ini memang membutuhkan waktu, namun sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan kestabilan gigi tiruan di kemudian hari, “ terang dokter gigi Spesialis Prostodonsia RS. Samarinda Medika Citra ini.
Itulah mengapa ia sangat menyarankan masyarakat yang akan mengganti giginya yang hilang untuk datang ke dokter gigi bukan ke tempat pembuatan gigi palsu. Dalam dunia kedokteran gigi, dikenal spesialisasi seperti prostodonsia, yang berfokus pada pembuatan gigi palsu, penggantian gigi hilang, serta perawatan gigi goyang. Bidang ini berperan penting dalam menyelamatkan gigi asli dan memulihkan fungsi oral secara menyeluruh.
“Dokter gigi memiliki pelatihan dan keahlian medis yang terstruktur dalam menangani berbagai masalah gigi dan mulut. Mereka mengikuti prosedur yang aman dan terstandar dalam proses pencabutan gigi, pembuatan gigi tiruan, dan perawatan lainnya. Sebaliknya, tindakan dari tukang gigi yang tidak profesional berisiko menyebabkan komplikasi, termasuk infeksi serius atau bahkan kanker bila infeksi dibiarkan tanpa penanganan yang tepat,” tandas drg. Muhammad Faizal Fachry.
Namun menurutnya, selain masalah medis, penting juga untuk menumbuhkan kesadaran akan perilaku hidup sehat dan etika sosial. Konsumsi gula berlebihan, terutama di kalangan anak muda, berkontribusi besar terhadap peningkatan kasus diabetes dan kerusakan gigi. Kebiasaan menyikat gigi yang benar, serta pemeriksaan rutin setiap enam bulan ke dokter gigi, adalah langkah kecil namun berdampak besar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....