Memilih Sistem Pentanahan (grounding)

  • 19 Jul 2024 10:01 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda :Tersedianya kebutuhan akan listrik dan peralatan telekomunikasi yang cukup dan modern haruslah memiliki unsur aman, nyaman dan memiliki kualitas dan keandalan yang tinggi. Untuk pengamanan sistem tenaga listrik beserta perangkat elektronik dibutuhkan pemasangan sistem pentanahan ( Grounding).

Tersedianya sistem pentanahan saja tidaklah cukup, sistem pentanahan harus memiliki nilai tahanan sekecil mungkin atau mendekati nol. Namun untuk mendapatkan nilai tahanan yang kecil tidaklah gampang. Untuk mendapatkan nilai tahanan pentanahan dengan nilai tertentu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti bentuk sistem pentanahan, jenis tanah, suhu tanah, kelembaban tanah, diameter elektroda, kandungan elektrolit tanah dan lain-lain. Bila tanpa memperhatikan faktor-faktor tersebut sangat sulit akan didapatkan nilai tahanan pentanahan yang sekecil-kecilnya atau nilai tahanan pentanahan yang diinginkan, baik dari nilai tahanan pentanahan jangka pendek maupun jangka panjang, karena evaluasi sistem pentanahan wajib dilakukan setiap 6 bulan (PUIL, 2000).

Secara umum, pentanahan berarti menghubungkan bagian dari instalasi listrik ke bumi atau tanah dengan menggunakan konduktor, sehingga jika terjadi kesalahan atau gangguan listrik, arus listrik dapat mengalir langsung ke tanah, mengurangi risiko kecelakaan atau kerusakan.

Pentanahan memiliki tujuan sebagai keamanan yang berfungsi menghindari bahaya sengatan listrik dengan menyediakan jalur aman untuk arus bocor.Selanjutnya,Perlindungan Peralatan yang dapat Melindungi peralatan elektronik akibat kerusakan karena lonjakan tegangan atau petir. Kemudian,stabilitas Sistem yang dapat Menjaga kestabilan tegangan pada titik referensi tertentu, biasanya di nol volt.

Jenis-Jenis Grounding terdiri dari pertama, grounding sistem Listrik yang terdiri dari Grounding Netral yang Menghubungkan titik netral dari sumber daya listrik (seperti generator atau transformator) ke tanah untuk menjaga keseimbangan tegangan dan Grounding Pelindung yang Menghubungkan bagian logam dari peralatan listrik ke tanah untuk mencegah terjadinya potensial berbahaya.

Kedua,Grounding Sistem Elektronika terdiri dari Grounding Sinyal yang Digunakan untuk mengurangi gangguan pada sinyal elektronik dengan menghubungkan bagian tertentu dari rangkaian elektronik ke tanah. Dan grounding RFI/EMI yang Mengurangi gangguan radio frekuensi atau elektromagnetik pada perangkat elektronik.

Ketiga, Grounding Petir terdiri dari Sistem penangkal petir menggunakan grounding untuk mengalirkan energi dari sambaran petir ke tanah, sehingga melindungi bangunan dan penghuninya.

Dilansir dari radius.co.id, komponen dari tahanan pentanahan antara lain tahanan pentanahan, elektroda pentanahan, konduktor pentanahan, dan penangkal petir. Komponen tersebut bekerja menjadi satu kesatuan dalam mempercepat proses pengamanan terhadap gangguan tegangan lebih.

Tahanan pentanahan harus diperoleh sekecil mungkin baik tahanan pentanahan baik tegangan rendah, menengah, dan tegangan tinggi.Besarnya tahanan pentanahan untuk sistem tegangan rendah harus lebih kecil dari 5 W dan untuk tegangan menengah lebih kecil dari 20 W. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tahanan pentanahan adalah Struktur tanah, jenis elektroda, penampang elektroda.panjang jalur elektroda dan tahanan jenis elektroda.

Agar sistem pembumian dikatakan baik adalah apabila tahanan sebaran resistansi yang diperoleh paling besar 3 Ohm. Apabila nilai tahanan bisa di bawah 3 Ohm, akan lebih baik. Bahan yang sering digunakan untuk pembumian penangkal petir adalah bahan berjenis batang tembaga, kerucut tembaga, dan lempeng tembaga. Luas permukaan material pembumian penangkal petir yang ditanam ke tanah sangat berpengaruh terhadap nilai resistansi dari penangkal petir.Penangkal petir dikatakan semakin baik, apabila nilai resistansinya semakin Kecil.

Kedalaman pemancangan batang logam elektroda yang ditanam bergantung kepada jenis tanah dan sifat tanah tersebut. Jenis tanah yang keras serta berbatu, maka lebih efektif apabila pemancangan dilakukan ditanam ke dalam tanah yang lebih dalam. Tanah yang lebih banyak mengandung air seperti tanah liat dan tanah rawa, maka pemancangan batang logam elektroda cukup dilakukan secara dangkal.

Untuk mengetahui besar tahanan tanah pada suatu area digunakan alat ukur dengan penampil digital yaitu Eart Tester yang memiliki tiga batang elektroda terdiri dari elektroda E (Earth), elektroda P (Potential), dan elektroda C (Current).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....