Sejarah Singkat Mesin Cetak
- 11 Jan 2024 11:58 WIB
- Samarinda
KBRN,
Samarinda: Mesin cetak pertama kali ditemukan pada tahun 1450 oleh Johannes
Gutenberg. Ia adalah seorang pandai logam dan pencipta berkebangsaan Jerman
yang memperoleh ketenaran berkat sumbangannya bagi teknologi percetakan pada
tahun 1450-an, termasuk alloy logam huruf (type metal) dan tinta berbasis-minyak,
cetakan untuk mencetak huruf secara tepat, dan sejenis mesin cetak baru yang
berdasarkan pencetak yang digunakan dalam membuat anggur.
Industri percetakan telah datang jauh sejak Johan Gutenberg menemukannya, tercatat sudah mulai dikenal sejak tahun 1439. Namun mesin ini mengalami perubahan yang mengagumkan sejak penemuan Gutenberg hampir 600 tahun yang lalu. Dioperasikan secara manual, besar dan mahal.
Mesin cetak pertama bernama mesin cetak gitenberg yang diambil dari nama penemunya Johan Gutenberg. Hal ini dianggap sebagai revolusi yang paling penting dalam industri percetakan, meskipun harus dioperasikan secara manual, sampai ke tinta blok teks, namun sangat mempercepat percetakan buku.
Setelah itu muncul mesin cetak uap Gutenberg yang diciptakan di tahun 1800-an, mesin cetak uap adalah penerusan dari mesin cetak sebelumnya. Tekan uap, terbuat dari besi tuang, diperlukan kekuatan 90% lebih sedikit untuk cetak dengan benar.
Pada 1968 dibuatlah mesin cetak elektronik generasi pertama dengan seri EP-101. Cara kerjanya sederhana, yaitu dengan memutar sabuk karet berisi deretan angka 0 sampai 9 dan A sampai Z sesuai informasi yang diterima. Mesin cetak elektronik pertama di dunia itu mendapat sambutan yang baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....