Notifikasi Ponsel Diam-Diam Merusak Fokus saat Bekerja Seharian
- 07 Okt 2026 10:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Ponsel di meja kerja berbunyi sekali, dan fokus Anda buyar lebih lama dari dugaan. Sebuah penelitian lama menunjukkan butuh rata-rata 23 menit untuk kembali ke tugas yang tadi sedang dikerjakan.
Gloria Mark, peneliti dari University of California, Irvine, menemukan rata-rata 23 menit 15 detik untuk kembali memusatkan perhatian. Angka itu ia dapat dari pengamatan pekerja kantoran di lingkungan kerja nyata, bukan di laboratorium. Pekerja yang terganggu juga melaporkan stres lebih tinggi dan tekanan beban kerja yang terasa lebih berat.
Ponsel dalam mode senyap tetap memancing godaan untuk dicek, sehingga konsentrasi terbagi tanpa disadari. Bahkan ponsel yang dimatikan suaranya masih mengurangi kapasitas ingat jangka pendek penggunanya. Kehadiran gawai di meja kerja saja sudah menggeser perhatian dari tugas utama.
Studi yang terbit dalam Journal of Experimental Psychology menyebut notifikasi yang muncul saja sudah cukup memicu pikiran melayang. Pesan yang sekadar terlihat di layar kunci memaksa otak memikirkan balasan yang belum diketik. Pengguna rata-rata mendapat puluhan notifikasi setiap hari, dan sebagian besar langsung dilihat dalam beberapa menit.
Peserta yang menerima panggilan atau pesan membuat tiga kali lebih banyak kesalahan pada tugas yang menuntut perhatian. Peneliti menyebut kesadaran ada pesan belum dibaca sama mengganggunya dengan benar-benar membalasnya. Getaran singkat ternyata tak kalah mengganggu dibanding bunyi nyaring dari gawai.
Peneliti merekomendasikan meletakkan ponsel di luar jangkauan saat bekerja, bukan sekadar mematikan suaranya. Jarak fisik dengan gawai terbukti lebih ampuh membatasi dorongan untuk memeriksanya. Mahasiswa yang menyimpan ponsel di tas melaporkan gejala gangguan perhatian yang lebih rendah.
Cara lain yang dianggap efektif adalah menjadwalkan waktu khusus untuk memeriksa notifikasi. Pekerjaan tidak terus-terusan terputus, dan gawai kembali menjadi alat bantu, bukan penguasa perhatian. Kebiasaan kecil ini dipakai banyak peneliti sendiri untuk menjaga produktivitas mereka.
Pengguna yang meniadakan notifikasi selama dua jam pertama bekerja melaporkan penyelesaian tugas lebih cepat. Mereka juga merasa waktu yang dihabiskan untuk gawai jauh lebih sedikit dari biasanya. Perubahan kecil ini terasa berat pada minggu pertama, lalu menjadi kebiasaan biasa.
Notifikasi penting dari keluarga atau instansi tetap bisa diatur agar lolos, sehingga aturan tidak menjadi alasan tertinggal kabar. Sisa pesan lainnya menumpuk dan dibaca hanya pada waktu yang sudah ditentukan. Gawai akhirnya kembali menjadi alat yang melayani pemiliknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....