Komputer Kuantum Makin Dekat, Enkripsi Internet Terancam

  • 07 Okt 2026 09:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Ancaman terhadap keamanan internet tidak hanya datang dari peretas, tetapi juga dari perkembangan komputer kuantum. Teknologi ini diperkirakan mampu memecahkan sistem enkripsi yang saat ini digunakan untuk melindungi komunikasi dan data digital.

Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan kebutuhan mesin kuantum untuk membongkar enkripsi ternyata dapat ditekan jauh dibandingkan perkiraan sebelumnya. Perubahan tersebut terutama berasal dari pengembangan algoritma dan teknik koreksi kesalahan, bukan semata-mata dari kemajuan perangkat keras.

Peneliti Google Quantum AI, Craig Gidney, pada Mei 2025 memublikasikan perhitungan baru mengenai kemampuan komputer kuantum dalam memecahkan RSA-2048. Sistem enkripsi yang selama ini banyak digunakan sebagai salah satu standar keamanan digital itu sebelumnya diperkirakan membutuhkan sekitar 19 juta qubit pada 2019.

Dalam perhitungan terbaru tersebut, kebutuhan itu dipangkas menjadi kurang dari satu juta qubit untuk memecahkan RSA-2048 dalam waktu sekitar satu pekan. Pengurangan kebutuhan qubit menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi algoritma dapat mengubah secara signifikan perkiraan ancaman komputer kuantum terhadap sistem keamanan digital.

Perkembangan berikutnya datang dari Iceberg Quantum melalui arsitektur Pinnacle yang dilaporkan pada Februari 2026. Perusahaan tersebut mengklaim pendekatan dengan kode kuantum kepadatan rendah dapat menurunkan kebutuhan hingga kurang dari 100 ribu qubit fisik untuk serangan terhadap RSA-2048.

Ancaman yang lebih cepat terlihat pada sistem berbasis kurva eliptis. Google Quantum AI bersama Ethereum Foundation dan Stanford pada 31 Maret 2026 memaparkan penelitian yang menunjukkan komputer kuantum di masa depan berpotensi membongkar tanda tangan digital tertentu dalam hitungan menit.

Namun, para peneliti tidak membuka seluruh rangkaian serangan yang digunakan. Mereka hanya memberikan bukti tanpa pengetahuan untuk memungkinkan klaim penelitian diverifikasi tanpa sekaligus menyediakan panduan teknis yang dapat dimanfaatkan untuk menyerang sistem kriptografi.

Persoalannya, ancaman komputer kuantum tidak harus menunggu sampai mesin tersebut benar-benar tersedia. Data yang dienkripsi hari ini dapat disimpan oleh pihak lain untuk kemudian dibuka ketika teknologi kuantum telah mencapai kemampuan yang diperlukan. Strategi ini dikenal sebagai harvest now, decrypt later.

Peringatan tersebut menjadi perhatian bagi data yang harus tetap dirahasiakan dalam jangka panjang, seperti informasi pemerintahan, kesehatan, keuangan, penelitian, dan data strategis. Semakin panjang umur kerahasiaan sebuah data, semakin besar alasan untuk mempersiapkan perlindungannya sejak sekarang.

Badan Standar dan Teknologi Nasional Amerika Serikat atau NIST telah mengantisipasi persoalan tersebut dengan menerbitkan standar kriptografi pascakuantum pada 2024. Standar tersebut mencakup mekanisme pertukaran kunci serta algoritma tanda tangan digital yang dirancang untuk menghadapi ancaman dari komputer kuantum.

Bagi organisasi dan pengelola sistem digital, langkah awal bukan berarti langsung mengganti seluruh sistem keamanan. Pemetaan data, identifikasi algoritma kriptografi yang digunakan, serta penentuan informasi yang harus dilindungi dalam jangka panjang menjadi bagian penting dari persiapan.

Penggunaan metode hibrida juga dapat menjadi pilihan selama masa transisi. Sistem dapat menggabungkan algoritma kriptografi yang sudah digunakan dengan algoritma pascakuantum sehingga perlindungan tetap berjalan sembari organisasi mempersiapkan migrasi menuju standar baru.

Perkembangan komputer kuantum pada akhirnya bukan hanya persoalan teknologi masa depan. Kemampuan tersebut dapat mengubah cara dunia memandang keamanan data hari ini. Karena itu, semakin dini organisasi memetakan risiko dan menyiapkan migrasi kriptografi, semakin kecil kemungkinan data penting menjadi korban ketika era komputasi kuantum benar-benar tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....