WHO Peringatkan Bahaya Musik Keras bagi Pendengaran Remaja
- 05 Okt 2026 18:51 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Mendengarkan musik lewat gawai dengan volume keras berjam-jam berisiko merusak pendengaran kaum muda. Organisasi Kesehatan Dunia menyebut lebih dari satu miliar anak muda di dunia kini berada dalam ancaman itu.
Kebiasaan mendengarkan musik keras tanpa jeda cukup lama membuat telinga terpapar tekanan suara yang berlebih. Sel sensorik di dalam telinga bisa rusak perlahan dan dampaknya baru terasa setelah bertahun-tahun kemudian. Kerusakan pendengaran akibat paparan bising yang berulang umumnya bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan kembali.
Mengutip penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia, Jumat, 6 Maret 2026, pendengaran aman berarti membatasi volume dan durasi mendengar. Seseorang masih tergolong aman ketika mendengarkan suara berintensitas 80 desibel hingga 40 jam per pekan. Pada tingkat kebisingan 90 desibel, batas waktu aman menyusut drastis menjadi empat jam per pekan.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mengampanyekan deteksi dini gangguan pendengaran secara nasional pada Senin, 2 Maret 2026. Pemeriksaan berkala dinilai penting karena banyak pengguna gawai tidak menyadari kemampuan pendengarannya mulai menurun. Anak sekolah dan pekerja muda termasuk kelompok yang paling perlu menjalani pemeriksaan pendengaran secara berkala.
Riset peneliti Lauren Dillard dan kolega memetakan kebiasaan mendengarkan musik anak muda di sejumlah negara. Hasilnya, lebih dari satu miliar remaja dan dewasa muda berisiko mengalami gangguan pendengaran yang permanen. Risiko itu muncul dari kebiasaan memutar musik keras lewat perangkat audio pribadi hampir setiap hari.
Telinga berdenging terus-menerus atau suara percakapan yang terasa samar bisa menjadi tanda awal gangguan. Ahli menyarankan volume perangkat dipasang tidak lebih dari 60 persen batas maksimum yang tersedia. Beri jeda istirahat agar sel sensorik di telinga sempat memulihkan diri.
Kebiasaan kecil seperti menurunkan volume suara dapat menjaga pendengaran tetap sehat sampai usia senja. Mendengar dengan aman kini menjadi keterampilan digital yang perlu dilatih setiap orang sejak usia muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....