Quishing Mengintai, Kenali Modus Penipuan Kode QR Berbahaya
- 02 Okt 2026 07:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Penipuan lewat kode QR kini memakai kode berwarna, bermotif, dan berlogo di bagian tengah. Modus bernama quishing itu sulit dikenali mata manusia maupun perangkat lunak pendeteksi ancaman siber otomatis.
Tim peneliti keamanan siber Unit 42 menemukan lebih dari 11 ribu kode QR berbahaya setiap hari. Sekitar 15 persen dari laman yang mereka telusuri memuat kode QR yang menuju tautan jahat. Temuan itu dipublikasikan peneliti Diva-Oriane Marty dan rekan, Jumat, 13 Februari 2026.
Pelaku menumpang tautan pendek, tautan dalam aplikasi, hingga berkas unduh langsung untuk menjebak korban. Korban dituntun ke halaman masuk akun yang tampak asli, lalu kata sandinya dicuri pelaku. Kode QR palsu juga ditempel menutupi kode asli pada papan informasi di tempat umum yang ramai.
Peneliti Universitas Deakin mencatat kode QR kini tampil berwarna dengan logo di tengah pola. Modul kotaknya dibuat membulat, melar, atau diberi latar gambar sehingga polanya nyaris tak dikenali mata. Temuan itu dikutip ulasan Help Net Security, Jumat, 23 Januari 2026, yang menyebut pendeteksi otomatis ikut tertipu.
| Baca juga: Tips COD agar Tidak Terkena Penipuan Produk |
Survei yang dikutip dalam ulasan tersebut menyebut 73 persen pengguna memindai kode QR tanpa memeriksa tujuannya. Lebih dari 26 juta pengguna dilaporkan tersesat ke situs berbahaya karena kebiasaan memindai secara gegabah. Otoritas perlindungan konsumen Amerika Serikat menyarankan kode pada paket tak dikenal diperlakukan mencurigakan.
Pengguna sebaiknya selalu memeriksa alamat tujuan di layar sebelum mengetik kata sandi pada halaman mana pun. Aktifkan kunci akses digital atau verifikasi ganda berbasis aplikasi, bukan kode lewat pesan singkat. Jangan memindai kode dari stiker, poster, atau berkas tak diminta sebelum memastikan sumber resminya.
Kode QR memang memudahkan pembayaran dan berbagi tautan, tetapi teknologi itu kini menjadi pintu masuk kejahatan digital. Pengguna pun perlu memeriksa tujuan kode sebelum memindainya. Kewaspadaan sederhana jauh lebih murah daripada memulihkan akun dan dana yang terkuras.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....