Mengenal Voyage Data Recorder, Black Box Kapal untuk Keselamatan

  • 16 Sep 2026 10:28 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pencarian terhadap korban kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di perairan Masalembu, Laut Jawa, masih berlangsung. Di tengah operasi pencarian dan pertolongan, perhatian juga tertuju pada satu perangkat penting yang dapat membantu mengungkap apa yang terjadi sebelum kapal terbalik, yakni Voyage Data Recorder (VDR).

KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan pada Minggu 13 September 2026 dini hari saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Berdasarkan data manifes, kapal membawa 243 orang dan 89 kendaraan. Kapal mengalami kemiringan atau listing sebelum akhirnya terbalik di tengah kondisi laut yang buruk. Hingga Selasa 15 September 2026, enam orang dilaporkan meninggal dunia, 108 orang berhasil diselamatkan, sementara 129 orang masih dalam pencarian.

Dalam proses investigasi kecelakaan pelayaran, VDR memiliki fungsi yang kurang lebih serupa dengan black box pada pesawat. International Maritime Organization (IMO) menjelaskan, VDR dirancang untuk membantu penyelidik meninjau prosedur, perintah, dan kondisi kapal pada saat-saat sebelum kecelakaan sehingga dapat membantu mengidentifikasi penyebab suatu insiden.

VDR merekam berbagai informasi penting selama pelayaran. Data tersebut dapat mencakup posisi kapal, kecepatan, arah pelayaran, komunikasi radio, suara di anjungan, data radar, sistem navigasi elektronik atau ECDIS, alarm, hingga sejumlah informasi terkait mesin dan sistem kapal. Seluruh data direkam secara berkala sehingga dapat membantu menyusun kembali rangkaian kejadian sebelum kecelakaan.

Karena itu, keberadaan VDR menjadi penting bagi proses investigasi KMP Virgo Transport 8. Data dari perangkat tersebut dapat membantu menjawab sejumlah pertanyaan teknis, misalnya bagaimana kondisi kapal sebelum mengalami listing, perintah apa yang diberikan di anjungan, bagaimana respons kapal terhadap gelombang dan kondisi cuaca, serta komunikasi apa yang berlangsung sebelum kapal kehilangan kendali. Namun, keberadaan atau tidaknya data tertentu tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan resmi, sehingga VDR tidak dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menentukan penyebab kecelakaan.

Secara teknis, sistem VDR memiliki sejumlah komponen yang bekerja secara terintegrasi. Data dari berbagai sensor dikumpulkan melalui Data Acquisition Unit (DAU), kemudian diproses dan disimpan dalam media perekaman. Sistem juga dilengkapi mikrofon untuk merekam suara di anjungan serta perangkat penyimpanan yang ditempatkan dalam kapsul pelindung agar data tetap dapat diselamatkan setelah terjadi kecelakaan.

Pada VDR yang memenuhi standar IMO terbaru, data pada media perekaman terlindungi dapat disimpan setidaknya selama 48 jam, sementara media penyimpanan jangka panjang pada sistem VDR menyimpan data hingga 30 hari atau 720 jam. Ketentuan ini berbeda dengan standar lama yang menggunakan periode minimum 12 jam.

Salah satu bagian penting lainnya adalah kapsul float-free. Perangkat ini dirancang agar dapat terlepas dan mengapung ketika kapal mengalami kecelakaan tertentu, bahkan dapat terintegrasi dengan Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) untuk membantu proses pelacakan. Dengan rancangan tersebut, data VDR diharapkan tetap dapat ditemukan meskipun kapal mengalami kerusakan berat atau tenggelam.

Namun, VDR bukan hanya digunakan setelah kecelakaan. Data yang direkam juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi pengoperasian kapal, menganalisis kerusakan, meningkatkan pemeliharaan, mengevaluasi kondisi saat cuaca buruk, hingga mendukung pelatihan awak kapal. Dengan demikian, VDR berfungsi tidak hanya sebagai alat bantu investigasi, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keselamatan pelayaran.

Dalam kasus Virgo Transport 8, pencarian perangkat tersebut menjadi bagian penting dari upaya mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai kecelakaan. Meski demikian, penyebab pasti insiden tetap harus ditentukan melalui investigasi menyeluruh dengan menggabungkan data VDR jika berhasil ditemukan, keterangan awak dan korban selamat, kondisi kapal, data cuaca, pemeriksaan teknis, serta bukti lain yang dikumpulkan oleh pihak berwenang.

Bagi publik, VDR mungkin hanya terlihat sebagai perangkat elektronik di dalam kapal. Namun dalam sebuah kecelakaan pelayaran, rekaman yang tersimpan di dalamnya dapat menjadi potongan penting untuk menyusun kembali peristiwa yang terjadi dalam hitungan menit. Dari sana, hasil investigasi diharapkan tidak berhenti pada mengetahui apa yang terjadi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat keselamatan pelayaran di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....